Pemkot Sukabumi Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

ist
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES Ayep Zaki Wali Kota Sukabumi
0 Komentar

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi mengambil langkah antisipasi menyusul penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ke wilayah tersebut. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran secara langsung di sekolah diliburkan dan dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan akibat sebaran debu vulkanik yang telah mencapai wilayah Kota Sukabumi. “Selaku pimpinan daerah, mengingat kondisi debu vulkanik sekarang, maka pembelajaran langsung di sekolah diliburkan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh,” ujar Ayep kepada wartawan, kemarin (7/9).

Ayep mengatakan, kebijakan tersebut bersifat sementara. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi dalam satu hingga dua hari ke depan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Kita lihat nanti perkembangan satu atau dua hari ke depannya seperti apa. Mudah-mudahan debunya mereda dan kembali normal,” katanya.Meski abu vulkanik telah terpantau sampai ke Kota Sukabumi, Ayep menyebut dampaknya sejauh ini belum terlalu besar. Namun, keberadaan debu vulkanik tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah, khususnya karena aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, berlangsung di ruang terbuka maupun lingkungan sekolah. “Tidak ada dampak terlalu besar. Tapi memang di Kota Sukabumi ini kena debu vulkaniknya,” jelasnya.

Baca Juga:Peduli Korban Kebakaran, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Salurkan BantuanRatusan Anak di Sukabumi Ikuti Khitan Massal Gratis yang Digagas LKKS

Pengalihan pembelajaran menjadi jarak jauh dilakukan sebagai langkah kehati-hatian untuk mengurangi aktivitas siswa dan tenaga pendidik di luar ruangan selama kondisi udara belum sepenuhnya kembali normal. Pemerintah daerah juga akan melihat perkembangan kondisi lingkungan sebelum memutuskan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Di sisi lain, Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak debu vulkanik terhadap kesehatan. Ranty meminta warga, khususnya anak-anak, menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.Menurutnya, abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dengan debu biasa sehingga perlu diantisipasi agar tidak mengganggu saluran pernapasan. “Kepada semua warga Kota Sukabumi, karena sekarang kondisi sedang tidak baik-baik saja, khususnya terkait debu vulkanik Gunung Anak Krakatau, mudah-mudahan semua bisa menjaga kesehatannya,” kata Ranty.

0 Komentar