SUKABUMIEKSPRES – Waspada Potensi Karhutla dan Krisis Air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersiap siaga menghadapi dampak potensi kekeringan akibat La Nina. Selain krisis air bersih, dampak kekeringan yang diwaspadai yakni potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan, mengatakan menghadapi potensi musim kemarau saat ini, sudah dilakukan pembahasan di tingkat provinsi. Belum lama ini digelar rapat koordinasi menyangkut hal tersebut.
“Berdasarkan prediksi, memang sekarang sedang dihadapkan bakal terjadinya potensi kekeringan,” kata Wawan dihubungi, belum lama ini.
Baca Juga:KIB Makin Rapuh, Setelah PPP Kini Giliran PAN Merapat ke PDIPSurvei Terbaru IPI: 79.2% Puas dengan Kinerja Presiden Joko Widodo
Wilayah Kabupaten Sukabumi terbilang cukup luas. Secara administratif, wilayahnya terbagi menjadi 47 kecamatan tersebar di selatan, utara, barat, dan timur.
Wawan menuturkan, hampir setiap memasuki musim kemarau, kekeringan berpotensi terjadi. Terutama di wilayah selatan.
“Berdasarkan pengalaman, wilayah yang diwaspadai terjadi kekeringan berada di selatan,” tegasnya.
Namun, lanjut Wawan, sampai saat ini BPBD belum menerima laporan dampak kekeringan. Apalagi, saat ini kondisi cuaca masih berubah-ubah.
“Sampai saat ini belum ada laporan kekeringan maupun kekurangan air,” pungkasnya. (ist)
