Survei Polmatrix: Elektabilitas Gerindra 15,8 Persen

Survei Polmatrix: Elektabilitas Gerindra 15,8 Persen
0 Komentar

BACA JUGA: Intens Komunikasi dengan Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto Tidak Ngotot Jadi Capres

PKB sejak awal tergabung dalam koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) bersama Gerindra, sedangkan Golkar membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN dan PPP. Belakangan PPP turut mendukung Ganjar, sehingga secara de facto KIB sudah tidak ada lagi.

“Golkar tengah gonjang-ganjing lantaran sejumlah elite partai berupaya melengserkan Airlangga dari tampuk ketua umum,” ucapnya.

Baca Juga:Tak Hanya Fisik, TMMD Bantu Pencegahan Stunting di JampangkulonMasyarakat Palabuhanratu Berencana Pasang Obor di Ruas Jalan Batu Sapi

Ia melihat Golkar tak kunjung menentukan arah dukungan soal pencapresan, sementara elektabilitas Airlangga selalu posisinya jauh di bawah. Apabila terus berlarut-larut, elektabilitas Golkar bisa semakin anjlok atau gagal mempertahankan posisi tiga besar.

Hal tersebut juga membuat posisi tawar Golkar melemah dalam peta koalisi pencapresan, yang berdampak pula pada hilangnya peluang mendapatkan coattail effect.

Di jajaran papan menengah bawah, PAN mengalami kenaikan dengan meraih elektabilitas 2,4 persen, mendekati Nasdem 2,5 persen dan PPP 2,6 persen.

“PAN gencar mendorong Erick Thohir sebagai cawapres baik untuk Prabowo maupun Ganjar,” katanya.

Berikutnya ada Perindo 1,7 persen, Gelora 1,1 persen, PBB 0,8 persen, Ummat 0,7 persen dan Hanura 0,3 persen. PKN, Garuda, dan Buruh nihil dukungan, sedangkan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 22,1 persen.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 15 sampai dengan 21 Juli 2023 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (antara/fajar)

0 Komentar