Warga Protes Aktivitas Pengerukan Tanah

Warga Protes Aktivitas Pengerukan Tanah
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Warga Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi memprotes aktivitas pengerukan tanah di RT 02/12. Aktivitasnya terpantau warga sudah berjalan hampir dua bulan.

Ketua RW setempat, Dicky Permana, menuturkan protes warga terhadap aktivitas di lahan mantan ASN itu dikhawatirkan akan berdampak terhadap potensi bencana. Misalnya pergerakan tanah ataupun tanah longsor.

“Jadi aktivitas pengerukan tanah ini diduga ilegal. Kami khawatir ini akan berdampak terhadap potensi bencana. Bahkan saat ini sudah terlihat ada pondasi tower BTS sudah bergeser sehingga jalan lingkungan retak. Ini dampak dari aktivitas itu,” ujar Dicky kepada wartawan, kemarin (3/12).

Baca Juga:Keunggulan Fasilitas TK Negeri Pembina Gunungpuyuh Kota SukabumiRibuan Anak Yatim dan Penghapal Al Qur’an Berkumpul di Acara Yatim Fest

Ia mengaku, selama ini warga tidak pernah diajak berkomunikasi, apalagi dimintai izin lingkungan. Saat kemarau belum lama ini, pemilik lahan pernah membakar lahannya.

“Apinya sempat menjalar ke tanah milik orang lain dan tanah pemakaman umum sebelumnya,” tandasnya.

Kepala Dinas PUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, mengaku segera menyurati pemilik lahan untuk menghentikan aktivitas pengerukan tanah di lokasi. Sebab dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang tak diinginkan, terlebih saat ini memasuki hujan.

“Ketinggian lahan di tebing itu sekitar 10 meter. Di sana terdapat sebuah tower BTS. Besok (hari ini) kami akan kirimkan suratnya,” tegas Sony.

Soal izin, Sony belum mengetahui persis. Sebab, izinnya berada di ranah Dinas PMPTSP.

“Kalau memang belum ada izin pengerukan, mestinya ditempuh terlebih dulu. Kami hanya merekomendasikan hal teknisnya,” pungkas Sony. (mg4)

0 Komentar