Harga Sejumlah Cabai Turun

Harga Sejumlah Cabai Turun
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Kota Sukabumi harganya masih terus berubah-ubah. Namun hasil monitoring Dinas Koperasi Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) setempat, kondisi harga terjadi kecenderungan penurunan.

Fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas cabai dan beberapa jenis sayuran lain. Misalnya cabai keriting hijau yang semula harganya Rp30 ribu, sekarang turun menjadi Rp20 ribu per kg. Kemudian cabai rawit hijau yang asalnya Rp35 ribu, sekarang turun jadi Rp30 ribu per kg.

Komoditas lain yang harganya terpantau turun yakni bawang merah jawa dari Rp32 ribu menjadi Rp30 ribu per kg, kol atau kubis dari Rp15 ribu menjadi Rp12 ribu per kg, wortel dari Rp18 ribu menjadi Rp15 ribu per kg, dan kedelai impor dari Rp12 ribu menjadi Rp11.200 per kg.

Baca Juga:TPS3R Solusi Kurangi Volume SampahSungai Meluap Rendam 2 Ha Lahan Sawah

“Terdapat juga komoditas yang harganya naik yaitu cabai besar hijau dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kg dan cabai rawit merah dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kg,” kata Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, Muhammad Rifki, Sabtu (20/1).

Rifki menuturkan fluktuasi harga, terutama yang naik, relatif masih cukup terkendali. Terlebih, komoditas yang harganya naik bisa dikatakan bukan merupakan kebutuhan pokok.

“Jadi tidak terlalu berpengaruh. Tapi tentu pergerakan harga harus terus diantisipasi untuk mencegah gejolak di lapangan. Sejauh ini kondisinya masih cukup terkendali,” tuturnya.

Upaya pengendalian harga perlu dilakukan lintas sektoral. Karena itu, Diskumindag selalu berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis di Pemkot Sukabumi maupun dengan Bulog Subdivre Cianjur, terutama berkaitan dengan pasokan dan persediaan beras.

“Kalau harga beras sejauh ini masih cukup stabil. Jenis premium kisaran Rp13.600 dan medium kisaran Rp12.500 per kg,” jelas Rifki.

Rifki menjamin stok berbagai komoditas cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

“Hanya memang harga masih berubah-ubah karena dipengaruhi pasokan,” pungkasnya. (ist)

0 Komentar