Cegah Stunting, Dosen dan Mahasiswa UMMI-STIKES Permata Nusantara Lakukan Penyuluhan Kesehatan 

Cegah Stunting, Dosen dan Mahasiswa UMMI-STIKES Permata Nusantara Lakukan Penyuluhan Kesehatan 
Dok.
0 Komentar

“Stunting usia balita pada umumnya sering tidak disadari oleh keluarga dan setelah usia anak 2 tahun baru terlihat dan berdampak pada kemampuan kognitif dan produktifitas jangka panjang. Faktor-faktor penyebab dari stunting adalah faktor ibu, faktor anak, faktor lingkungan,” papar Eva. 

Faktor ibu antara lain kesiapan ibu menjelang kehamilan, gizi ibu saat hamil. Faktor anak seperti berat badan saat dilahirkan, asupan ASI, gizi anak, imunisasi. Adapun faktor lingkungan seperti sosial ekonomi yang rendah, pendidikan keluarga terutama ibu yang kurang. 

“Setelah mengetahui adanya faktor-faktor yang menjadi penyebab stunting, sehingga akan mengetahui intervensi yang akan dilakukan,” katanya. 

Baca Juga:PLN Sukabumi Beri Bantuan Rutilahu, Perbaiki Rumah Warga Agar Layak HuniBeli Mobil Listrik dan Nikmati Home Charging Service, Tambah Daya hingga 11.000 VA hanya Rp150.000

Intervensi yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting adalah dapat dimulai dengan gizi ibu sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan. Intervensi lain yaitu dilakukan pada 1000 Hari Pertama Kaehidupan (HPK) dari anak balita. 

Penelitian menunjukan bahwa 60 persen dari usia 0-6 bulan tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif, dan 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). MP-ASI juga dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi serta membentuk daya tahan tubuh dan perkembangan imunologi bagi anak.(*)

0 Komentar