SIMPENAN,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Polemik barupasca terjadinya peristiwa berdarah yang menewaskan Suherlan alias Samson, beberapa bulan lalu di Kampung Cihurang, Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, berimbas pada keluarga. Sekadar informasi, hingga saat ini para tersangka masih belum dilakukan penahan.
Berkas P21 atau tahap 2 sudah masuk di Kejaksaan Kabupaten Sukabumi. Polemik yang terjadi saat ini, pascakematian Samson, keluarga mendapat intimidasi khususnya pada Firli yang merupakan adik kandung Samson. Diduga Firli mendapat intimidasi dari salah satu pelaku saat hendak pergi ke WC umum.
Firli mengatakan, saat itu dirinya hendak pergi ke toilet umum. Namun tidak mengetahui kalau di toilet tersebut ada seseorang yang diduga pelaku pembunuhan terhadap sang kakak.
Baca Juga:Perusahaan di Sukabumi Bisa Kolaborasi dengan Pemda melalui Forum CSRHardiknas, Asep Japar : Warga Berhak Mendapat Pendidikan yang Bermutu
“Awalnya waktu jam 10.30 WIB saya mau ke kamar mandi ke WC umum. Saya sudah masuk. Enggak tahu itu si pelaku. Enggak tahu ada pelaku,” ujar Firli kepada wartawan, Jumat (2/5).
Namun Firli tidak menghiraukan. Dirinya langsung pergi meninggalkan pria tersebut.
Namun dirinya tetap diikuti. Lelaki tak dikenal tersebut terus berbicara dengan mengeluarkan nada ancaman.
“Cuma sama saya tidak dijawab. Dari belakang cuma saya tidak melihat ke belakang cuma ngejar pas sampe warung kalau gak salah,” terangnya
Karena ketakutan, Firli bersama keluarga akhirnya pergi. Beruntung ada orang yang mau menerimanya.
“Sekarang saya tinggal sama Abah Eman. Alhamdulillah pada baik semua orangnya disini, ngasih makan, apa aja jajan anak juga di kasih. Sekarang ada kegiatan si abah masak mau bikin cue (ikan pindang). Saya ikut bantuin,” ucap Firli.
Atas kejadian itu, Firli mendesak agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seadil-adilnya. (mg3)
