CIBADAK,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Wakil Bupati Sukabumi, Andreas mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Forum CSR. Ajakan itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Forum CSR Kabupaten Sukabumi di Bale Pangripta Bappelitbangda, pada Jumat (2/5) lalu
Peran aktif dunia usaha sangat penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi. Ia menyoroti bahwa kehadiran Forum CSR menjadi wadah strategis menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. “Melalui forum ini, kita ingin membangun komunikasi yang lebih intens, agar dana CSR yang dikeluarkan perusahaan benar-benar terukur, tepat sasaran, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Andreas menegaskan ke depan perusahaan mengirimkan perwakilan dengan posisi strategis, seperti direktur atau manajer utama, dalam setiap forum diskusi, agar keputusan dan sinergi yang terbangun dapat lebih kuat dan efektif.
Baca Juga:Hardiknas, Asep Japar : Warga Berhak Mendapat Pendidikan yang BermutuTabung Gas 3 Kg Meledak, Pasutri di Sukaraja Alami Luka Serius
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya integrasi program CSR dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurutnya, jika program CSR disinergikan dengan perencanaan pemerintah, maka manfaatnya akan lebih luas, merata, dan berdampak jangka panjang. “Kalau program CSR terhubung dengan RPJMD, maka setiap rupiah yang dikeluarkan perusahaan akan lebih terarah dan terasa manfaatnya. Ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk masyarakat dan citra positif perusahaan itu sendiri,” terangnya.
Menanggapi situasi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Sukabumi, Wabup mendorong perusahaan untuk berperan aktif dalam penanganan pascabencana. Termasuk program pemutihan pajak kendaraan dan dorongan dari Gubernur Jawa Barat agar perusahaan memindahkan pelat kendaraan operasionalnya ke Sukabumi. Hal ini dinilai dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya kembali digunakan untuk membangun infrastruktur publik. “Kami butuh tangan-tangan cepat saat bencana terjadi. Bantuan pascabencana seringkali lebih dibutuhkan, dan CSR bisa menjawab kebutuhan itu dengan respons cepat tanpa harus melalui birokrasi yang panjang seperti APBD,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan pemerintah daerah tengah menyusun RPJMD yang diharapkan dapat selaras dengan program Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Kemitraan, dan Bina Lingkungan (TJSPKBL) atau CSR Kabupaten Sukabumi. “Kami ingin agar program pemerintah dan dunia usaha bisa saling mendukung, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ist)
