Pergerakan Tanah Terus Terjadi, 5 Rumah Warga Rusak Berat di Kecamatan Bantargadung

Istimewa
DOK/PUSDALOPS BPBD KAB. SUKABUMI TERDAMPAK: Satu dari lima bangunan rumah warga di Kampung Cihurang RT 01/07 Desa Limusnunggal Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi kondisinya rusak berat akibat terdampak pergerakan tanah.
0 Komentar

BANTARGADUNG – Bencana pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi terus terjadi. Kali ini, bencana hidrometeorologi itu terjadi di Kampung Cihurang RT 01/07 Desa Limusnunggal Kecamatan Bantargadung.

Berdasarkan informasi, pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Sabtu (20/12) malam. Kondisi itu dipicu curah hujan tinggi yang terjadi terus menerus.

Manager Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan curah hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Sukabumi mengakibatkan terjadi bencana hidrometeorologi. Salah satunya pergerakan tanah yang terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga:Perkuat Perlindungan Anak dan PerempuanKota Sukabumi Peringkat Sembilan Paling Bersih Korupsi di Jabar, Sesuai SPI 2025

“Pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB dilaporkan terjadi pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, tepatnya di Kampung Cihurang RT 01/07 Desa Limusnunggal,” kata Daeng, kemarin (22/12).

Sebanyak lima bangunan rumah warga setempat dan satu bangunan masjid ikut terdampak. Kondisi semua bangunan dikategorikan rusak berat. Bangunan rumah yang rusak terdata milik Suhendi, Adung, Mulyadi, Saca, dan Ramli Rohman. Belasan jiwa yang merupakan penghuninya harus mengungsi ke tempat lebih aman. “Hasil pendataan ada 15 jiwa penghuninya terdampak,” ujarnya.

Daeng menuturkan, BPBD masih terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Sebab, dikhawatirkan masih terjadi pergerakan susulan karena curah hujan masih cukup tinggi.

“Petugas di lapangan, terutama P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) masih memantau kondisi di lapangan. Upaya penanganan darurat dilakukan dengan mengungsikan sementara warga ke tempat lebih aman karena kondisi rumah mereka mengalami rusak berat,” pungkasnya. (ndi)

0 Komentar