NYALINDUNG – Tembok Penahan Tanah (TPT) Jabar Istimewa yang baru rampung dibangun di ruas Jalan Sukabumi–Sagaranten atau tepatnya di Kampung Langkob Desa/Kecamatan Nyalindung mengalami longsor sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (11/1). Akibat peristiwa ini, badan jalan hanya bisa digunakan separuh, sehingga arus lalu lintas diberlakukan sistem tutup-buka.
Atrya Sudrajat (22), warga setempat, mengatakan kejadian tersebut diperkirakan terjadi saat hari masih gelap. “Kayaknya dari subuh, sekitar jam 4 pagi ,” ujar Atrya, kemarin.
Kondisi cuaca yang tidak berhenti sejak Sabtu (10/1) diduga memperparah struktur TPT di titik tersebut. Artha menuturkan bahwa intensitas hujan sudah tinggi sejak sehari sebelumnya. “Hujan dari Sabtu pagi. Cuma pas Sabtu malam itu hujannya besar. Sampai sekarang hujannya belum berhenti,” ungkapnya.
Baca Juga:Kota Sukabumi jadi Lokasi Casting Film 'Sulur'Disnaker Kota Sukabumi Siapkan Tenaga Kerja Profesional
Tanda-tanda longsor sudah terlihat sejak beberapa hari lalu akibat curah hujan yang terus-menerus. “Memang dari beberapa hari sebelumnya juga sudah terlihat mau longsor karena curah hujan tinggi,” lanjut dia.
Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas. Namun hanya satu lajur yang dapat digunakan. “Kendaraan bisa lewat tapi hanya separuh jalan. Jadi tutup buka. Meskipun digunakan separuhnya juga cukup lega karena ada jalan coran,” bebernya.
Adapun panjang longsoran diperkirakan sekitar empat meter. “Kalau panjang longsornya sekitar 4 meteran. Tapi kalau ke bawahnya enggak tahu karena jurang,” katanya.
Menurut catatan warga menyebutkan, kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. “Peristiwa sebelumnya itu juga pernah longsor pada Desember 2025 lalu,” ujarnya.
Diketahui saat ini jalan tetap diberlakukan sistem tutup-buka. Sementara pengendara diimbau berhati-hati saat melintas karena risiko longsor susulan masih mungkin terjadi. (mg3)
