WARUNGKIARA – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, memberikan catatan krusial terkait kondisi keuangan daerah saat meninjau pembangunan fasilitas publik di Kecamatan Sagaranten.
Di tengah peresmian infrastruktur desa, Budi mengungkapkan adanya tantangan besar dalam postur anggaran tahun 2026.
Budi menjelaskan bahwa terjadi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga:Perkuat APBD dan Optimalkan PADPembangunan Jembatan Prioritas Pembangunan Daerah
”Tantangan kita di 2026 muncul dari sisi penganggaran. APBD yang awalnya Rp4,8 triliun pada 2025, berkurang karena dana transfer pusat berkurang hampir Rp700 miliar lebih,” ujar Budi Azhar Mutawali di sela-sela peresmian Masjid dan Gedung Serbaguna di Sagaranten, Kamis (05/02/26).
Menurut Budi, dengan kontraksi anggaran menjadi sekitar Rp4,1 triliun, pemerintah daerah bersama legislatif harus lebih jeli dalam menentukan arah pembangunan. Meski menghadapi tantangan fiskal dan potensi bencana, ia mengapresiasi program-program di Kecamatan Sagaranten yang telah terealisasi pada 2025 dan yang direncanakan untuk 2026.
”Masyarakat perlu mengetahui sejauh mana pemerintah memperhatikan daerah, khususnya di Kecamatan Sagaranten, meskipun di 2026 nanti kita menghadapi berbagai tantangan besar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Budi memberikan apresiasi atas rampungnya pembangunan Gedung Serbaguna dan Masjid Al-Insyirah yang diinisiasi oleh Pemdes Sagaranten. Baginya, keberhasilan pembangunan di tingkat desa ini merupakan bukti optimisme pembangunan daerah tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat untuk kegiatan olahraga, seni, hingga keagamaan. (SK)
