SUKABUMI EKSPRES – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat, termasuk untuk penanganan penyakit serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan.
Melalui sistem pelayanan berjenjang, peserta dapat memperoleh akses layanan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga tindakan medis di rumah sakit tanpa harus terbebani biaya besar.
Manfaat tersebut dirasakan oleh Ratu Indriyanti (24), warga Cisaat yang telah menjadi peserta JKN sejak tahun 2018 dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Baginya, menjadi peserta JKN merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Baca Juga:BRI BO Bandung Soekarno-Hatta dan PD Pasar Juara Jalin Kerja Sama Layanan Perbankan Digital
Menurutnya, kehadiran JKN memberikan rasa aman karena dapat membantu masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan, terutama saat membutuhkan penanganan medis yang memerlukan biaya besar.
“Menurut saya, JKN itu penting sekali, karena ini bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Dengan JKN, kita jadi lebih tenang karena ada perlindungan saat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Ratu, Senin (04/05).
Pengalaman yang paling berkesan bagi Ratu adalah saat ayahnya harus menjalani tindakan medis serius akibat penyumbatan pada jantung. Kondisi tersebut mengharuskan ayahnya menjalani prosedur pemasangan ring jantung di rumah sakit setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis.
Sebagai informasi tambahan, penyumbatan jantung umumnya disebabkan oleh penumpukan plak lemak atau kolesterol di pembuluh darah yang menghambat aliran darah ke jantung. Kondisi ini dapat dipicu oleh pola hidup kurang sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, serta faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes.
“Saat itu ayah saya mengalami penyumbatan pada jantung dan harus dilakukan pemasangan ring. Prosesnya dimulai dari puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit untuk tindakan lebih lanjut,” jelas Ratu.
Ia menambahkan bahwa tindakan operasi berjalan dengan baik dan ayahnya menjalani perawatan inap selama beberapa hari hingga kondisinya berangsur membaik. Selama proses tersebut, pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis dinilai baik dan profesional.
“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan ayah saya dirawat sekitar empat hari. Pelayanannya juga sangat baik, dokter dan tenaga kesehatannya memberikan penanganan yang maksimal,” tuturnya.
