SUKABUMI EKSPRES – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung digitalisasi ekonomi dan inklusi keuangan di sektor pasar tradisional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama Layanan Jasa Perbankan antara BRI Kantor Cabang (BO) Bandung Soekarno-Hatta dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Juara Kota Bandung yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026.
Penandatanganan kerja sama strategis ini dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama PD Pasar Juara Kota Bandung, Pradana Aditya Wicaksana, S.H., M.H., bersama dengan Pemimpin Cabang BRI BO Bandung Soekarno-Hatta, Dani Ratmoko. Prosesi penandatanganan MoU ini turut disaksikan dan dihadiri oleh Regional Funding & Retail Transaction Banking Head BRI Region 9 Bandung, Muhamad Fendi Maulana.
Sinergi ini berjalan dalam rangka mendorong inklusi keuangan secara menyeluruh di seluruh lingkungan ekosistem pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar Juara Kota Bandung. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk meningkatkan adopsi serta volume transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pasar.
Baca Juga:Anggota DPRD: Sekolah Maung Mirip Sekolah FavoritDishub Bekukan Operasional Colt Mini, Tak Penuhi Standar Keselamatan
Pemimpin Cabang BRI BO Bandung Soekarno-Hatta selaku juru bicara, Dani Ratmoko, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial untuk modernisasi pasar tradisional. Penggunaan layanan perbankan digital ini ditujukan untuk mewujudkan sistem keuangan yang lebih akuntabel dan transparan. Melalui implementasi transaksi nontunai (cashless), diharapkan seluruh aktivitas keuangan di lingkungan pasar dapat tercatat secara riil, aman, dan efisien, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi para pedagang maupun pengelola pasar.
Melalui kerja sama ini, BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan kemudahan akses layanan perbankan yang inklusif sekaligus mengakselerasi ekosistem pembayaran digital yang modern guna mendukung pertumbuhan ekonomi kota Bandung yang lebih kuat. (rls/rie)
