Wali Kota Sukabumi Tekankan Empat Prioritas Pembangunan

Istimewa
DOKPIM/HUMAS PEMKOT SUKABUMI SOSIALISASI: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, membuka kegiatan sosialisasi Ponsel Ayeuna di Kecamatan Cibeureum yang digelar Dinas P2KBP3A.
0 Komentar

CIBEUREUM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan terdapat empat prioritas utama pembangunan daerah yang saling berkaitan dengan penguatan ketahanan keluarga. Empat prioritas itu yakni penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran, dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi mengoptimalkan Program Ponsel Ayeuna sebagai pusat konsultasi keluarga yang memberikan layanan pendampingan gratis dan mudah diakses masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Ayep Zaki saat membuka sosialisasi Ponsel Ayeuna di Kecamatan Cibeureum, kemarin (20/7).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah. Sosialisasi melibatkan para camat dan lurah dari wilayah Kecamatan Cibeureum, Baros, dan Lembursitu, petugas lapangan keluarga berencana (PKB/PLKB), kader Motekar, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA, serta pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari sejumlah kelurahan.

Baca Juga:Pedagang Ogah Berjualan di Pasar PelitaMBG Picu Naiknya Harga Daging Ayam dan Telur Ayam?

Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, menjelaskan program Ponsel Ayeuna merupakan inovasi yang lahir dari gagasan Wali Kota Sukabumi sebagai pusat konsultasi keluarga. Program ini dipadukan dengan berbagai kegiatan pelayanan yang langsung menjangkau masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan pangan.

“Target awal layanan sebanyak 10 konsultasi per bulan. Pada bulan Juli 2026, jumlah pelayanan telah mencapai 125. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan keluarga cukup tinggi,” ujar Yadi.

Sementara itu, Ayep Zaki menuturkan, persoalan stunting memerlukan intervensi lintas sektor dengan melibatkan DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TP-PKK, kader Posyandu, hingga BLUD RSUD R Syamsudin, SH. Kolaborasi tersebut dipandang penting karena kualitas keluarga menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Program Ponsel Ayeuna dikembangkan sebagai pusat konseling keluarga yang memberikan konsultasi gratis sekaligus solusi atas beragam persoalan rumah tangga bagi warga Kota Sukabumi. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan keluarga melalui pendekatan preventif.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah menegaskan, berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini berakar dari melemahnya fungsi keluarga. Kerentanan moral, gangguan perilaku anak, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat merupakan dampak yang muncul ketika keluarga tidak menjalankan peran pengasuhan dan pendidikan karakter secara optimal.

0 Komentar