Ia menilai, pendekatan pencegahan perlu menjadi prioritas dibandingkan penanganan setelah masalah sosial berkembang. Ponsel Ayeuna diposisikan sebagai ruang konsultasi yang aman, responsif, dan mudah dijangkau untuk mendeteksi persoalan sejak dini.
“Permasalahan setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari anak yang belum mampu membaca, kasus kehamilan di luar nikah, hingga kenakalan remaja. Semua itu menunjukkan pentingnya membangun ketahanan keluarga dari hulu,” kata Ranty.
Ranty juga mengingatkan pentingnya peran camat, lurah, kader PKK, petugas keluarga berencana, dan Motekar dalam melakukan pendataan serta edukasi masyarakat. Perangkat wilayah dipandang sebagai ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan warga.
Baca Juga:Pedagang Ogah Berjualan di Pasar PelitaMBG Picu Naiknya Harga Daging Ayam dan Telur Ayam?
Sebagai Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Sukabumi, Ranty mengajak generasi muda mempersiapkan masa depan melalui perencanaan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Pembangunan karakter sejak usia remaja dinilai menjadi investasi penting untuk melahirkan keluarga yang harmonis dan generasi unggul.
Melalui optimalisasi Ponsel Ayeuna, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Penguatan keluarga dipandang sebagai kunci dalam menciptakan generasi
