Bencana Terparah, Banjir dan Tanah Longsor Terjadi di 54 Lokasi di 7 Kecamatan

Bencana Terparah, Banjir dan Tanah Longsor Terjadi di 54 Lokasi di 7 Kecamatan
GOTONG ROYONG: Warga bergotong royong membersihkan material tanah longsor di Jalan Merbabu RT 05/04, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Terdapat tiga unit rumah warga yang kondisinya rusak berat di tempat itu. ( FOTO : NURIA ARIAWAN )
0 Komentar

CITAMIANG – Kesekian kalinya bencana hidrometeorologi melanda Kota Sukabumi. Pada Selasa (9/11), bencana menerjang sejumlah titik di wilayah itu bersamaan cuaca ekstrem.

Setidaknya terdapat 54 titik lokasi banjir dan tanah longsor. Kejadiannya tersebar di 7 kecamatan.
“Banjir terjadi di 38 titik dan tanah longsor di 16 titik. Terdapat juga pohon tumbang akibat angin kencang hingga menimpa sebuah rumah warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani, kemarin (10/11).

Terdapat hampir 170 unit rumah yang terdampak banjir dan tanah longsor pada bencana yang terjadi Selasa. Tidak ada korban jiwa. Namun ada dua orang warga yang mengalami luka akibat tanah longsor. “Dua warga itu dibawa ke rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga:Sekuriti Bubarkan Aksi Tawuran AntarpelajarDinkes Gebyarkan Pemberian Imuniasi Measles Rubella

Memasuki awal November, intensitas kebencanaan di Kota Sukabumi meningkat. Terutama bencana banjir dan tanah longsor. “Tapi bencana pada Selasa merupakan yang terparah. Data yang kami terima masih sementara. Datanya terus kami update,” tuturnya.

Imran mengimbau masyarakat siaga. Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor diprediksi akan mengalami puncaknya pada Desember 2021 hingga Januari 2022. “Semua diminta siaga. Kami juga siapkan seluruh personel memantau perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Satu di antara puluhan bencana yang terjadi, lokasinya berada di Jalan Merbabu RT 05/04, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Terdapat tiga unit rumah warga yang kondisinya rusak berat akibat tertimbun tanah longsor. Beberapa rumah warga lainnya dalam kondisi terancam. Akibat bencana itu, satu orang mengalami luka berat sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan 2 orang lainnya mengalami luka ringan.

“Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah. Itu sekitar pukul 17.00 WIB,” terang Nanang Suherman, pemilik rumah yang rusak akibat bencana.

Kala itu Nanang mendengar suara bergemuruh di belakang rumahnya. Saat dicek, rumah milik kakaknya, Aep (56), sudah tertimbun tanah longsor. “Di dalam rumah kakak saya ada tiga orang. Satu orang dibawa ke rumah sakit dan dua orang lainnya luka ringan,” jelas Nanang.

Warga sekitar bergotong-royong membantu membersihkan material tanah longsor di rumahnya. Sementara ini Nanang menumpang ke rumah tetangganya. “Rumah belum layak ditempati. Lagipula masih takut ada longsor lagi,” pungkasnya. (mg2)

0 Komentar