WALI Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, bergerak cepat menyikapi berbagai kejadian bencana akhir-akhir ini. Kemarin (10/11), orang nomor satu di Kota Sukabumi itu mengumpulkan semua perangkat daerah.
“Semua SKPD harus lebih memperkuat koordinasi lintas sektoral menangani kebencanaan saat ini,” tegas Fahmi saat memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Sukabumi, kemarin (10/11).
Hal itu dipandang perlu agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat. Fahmi mengaku akan membentuk tim khusus penanganan bencana membantu tugas BPBD serta elemen lainnya. “Ini bencana yang berulang. Harus segera dicari solusinya,” ucapnya.
Baca Juga:Bencana Terparah, Banjir dan Tanah Longsor Terjadi di 54 Lokasi di 7 KecamatanSekuriti Bubarkan Aksi Tawuran Antarpelajar
Dibahas juga berkaitan dengan anggaran penanganan prabencana dan pascabencana. Anggarannya bisa dialokasikan dari biaya tak terduga.
Plt Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, menambahkan Bappeda diinstruksikan menyusun strategi jangka panjang dan jangka pendek terkait penanganan bencana. Terutama untuk mengantisipasi kerawanan potensi banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya. “Kalau untuk penanganan jangka panjang kita sudah lakukan dan telah dituangkan dalam RKPD 2022 juga revisi RTRW,” kata Reni.
Sedangkan untuk penanganan jangka pendeknya, lanjut Reni, semua instansi teknis harus memverifikasi pembiayaan dalam BTT. “Untuk jumlahnya kita akan verifikasi dulu ketepatan sasaran dan dampak penyelesaian permasalahannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksanan BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengungkapkan sesuai prediksi BMKG, puncak musim hujan diprediksi terjadi awal tahun depan.
“BMKG telah memberikan warning bahwa terjadi fenomena La Nina yang puncaknya akan terjadi pada Januari nanti,” ujar Imran, kemarin.
Fenomena meningkatnya curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama dua hari terakhir di Kota Sukabumi terjadi karena adanya perubahan suhu di Samudera Pasifik yang mengalami peningkatan. Dengan peningkatan curah hujan yang terjadi saat ini, sambung Imran, maka mengubah status kebencanaan di Kota Sukabumi dari sebelumnya waspada menjadi siaga. “Intensitas curah hujan yang tinggi di Kota Sukabumi ini potensinya terjadi siang hingga menjelang malam,” terangnya.
Imran mengimbau masyarakat lebih meningkatkan kesadaran dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan alam. “Saya juga mengingatkan masyarakat agar cepat melapor apabila terjadi bencana di wilayahnya,” pungkasnya. (job3)
