Perlu Bangun Komitmen Lestarikan Bahasa Sunda

Perlu Bangun Komitmen Lestarikan Bahasa Sunda
0 Komentar

SUKABUMI, SUKABUMIEKSPRES – Perlu Bangun Komitmen. Kota Sukabumi memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Salah satu kegiatannya yaitu Seminar Basa Jeung Budaya Sunda yang diikuti guru SD, SMP, serta SMA/SMK di Gedung Seni Aher, kemarin (2/3).

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ini untuk mem bangun komitmen bersama menjaga bahasa Sunda agar terus ada dan digunakan.

Seminar ini digelar Panglawungan Budaya Sunda, Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FKKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda, dan MGMP Seni Budaya.

Baca Juga:Harga Beras Medium Terpantau TurunPemkot Sukabumi Sabet Dua Penghargaan dari Pemprov Jabar dan Ombusman RI

“Seminar ini menjadi sebuah motivasi agar bahasa ibu senantiasa hadir di setiap kehidupan sehari-hari,” ujar Fahmi.

Hari Bahasa Ibu Internasional lahir sebagai bentuk penegakan hak asasi manusia serta melestarikan bahasa. Hal itu ditegaskan pada Sumpah Pemuda pada 1928.

“Bahasa Sunda menjadi bahasa ibu. Bagi para guru bahasa harus membangun komitmen bersama agar jangan sampai bahasa Sunda hilang dan tidak digunakan sehari-hari,” tuturnya.

Ada beberapa langkah strategis menjaga bahasa ibu. Pertama bagaimana lebih mengenalkan secara awal dan menarik kepada anak-anak.

Jangan sampai mereka hanya mengenal bahasa sunda kasar dan tidak mengenal bahasa sunda halus.

Kedua membiasakan pengunaan bahasa Sunda pada rutinitas sehari-hari. Termasuk edaran setiap hari Kamis di kalangan ASN harus menggunakan pakaian dan bahasa Sunda sebagai ciri khas daerah.

“Harus juga menyediakan ruang publik untuk acara seni dan budaya. Hal ini karena budaya dan seni sifatnya dinamis dan harus adaptif,” tegasnya. (rls)

0 Komentar