SUKABUMIEKSPRES – Pembangunan Taman Rekreasi Olahraga Kenari (TROK) sudah kelar. Namun, hingga saat ini Pemerintah Kota Sukabumi belum kunjung meresmikan operasionalnya.
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, menyebut alasan belum diresmikan pembangunan fasilitas itu lantaran menunggu kesiapan Gubernur Jawa Barat.
Pasalnya, sumber pembiayaan pembangunan TROK atau yang dulu terkenal dengan Kolam Renang Rengganis berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jabar.
Baca Juga:Pemkot Apresiasi Festival Nusa PutraWakil Walkot Lepas Satgas Pamtas Statis RI PNG
“Iya, kita menunggu kesiapan pak Gubernur Jabar, Pak Ridwan Kamil yang nantinya meresmikan. TROK ini kan dibangun dari anggaran Bankeu Jabar,” ujar Fahmi kepada wartawan seusai menghadiri evaluasi inovasi daerah di kantor Bappeda Kota Sukabumi, Rabu (5/7).
Fahmi menambahkan, peresmian TROK juga dipastikan akan bersamaan dengan pembangunan lainya yang bersumber dari Bankeu Provinsi Jabar. Di antaranya Plaza Gedung Juang 45 dan beberapa ruas jalur pedestrian.
“Jadi itu alasan kenapa belum diresmikan TROK karena kita masih menunggu kesiapan pak Gubernur Jabar,” jelas Fahmi.
Fahmi berharap TROK bisa menjadi wahana rekreasi masyarakat. Namun sempat ada permintaan dari PRSI agar fasilitas kolam renang berstandard internasional yakni sepanjang 50 meter.
“Tapi TROK kan bukan dipersiapkan untuk atlet, tapi untuk rekreasi. Makanya, panjang kolam renangnya hanya 22 meter,” ucap Fahmi.
Fahmi juga mengharapkan keberadaan TROK bisa berkontribusi terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor rekreasi.
“Mudah-mudahan dengan adanya TROK juga masyarakat semakin sehat karena tingkat kebahagiaan bertambah,” jelas Fahmi.
Baca Juga:Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi : Mayoritas Pengembang Belum Serah Terima PSUAyah David Ozora Kecewa Jaksa Abaikan Ancaman Penembakan Oleh Mario Dandy
Kepala Seksi Pengembangan Infrastruktur Ekrap dan Pariwisata Disporapar Kota Sukabumi, Dikdik Firmansyah, mengungkapkan pekerjaan pembangunan TROK dilakukan sejak pertengahan September 2022 dan tuntas di akhir Desember 2022. Pembangunannya selesai sesuai kontak kerja dengan nilai pekerjaan sebesar Rp5 miliar.
“Alhamdulillah, pekerjaanya sudah tuntas akhir Desember 2022 atau sesuai dengan kontrak kerja. Saat ini masyarakat sudah menggunakanya, hanya belum diresmikan,” kata Dikdik kepada wartawan. (ist/nrc)
