Pemkot Sukabumi Tetapkan Kriteria Warga Miskin melalui Perwal

Pemkot Sukabumi Tetapkan Kriteria Warga Miskin melalui Perwal
0 Komentar

SUKABUMI EKSPRES – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi menyosialisasikan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 130/2023 tentang Tata Cara Penentuan dan Penetapan Kriteria Fakir Miskin dan Orang Tidak mampu melalui kegiatan Bisa Jawab Seri I di salah satu hotel, Rabu (17/1). Kegiatannya diikuti para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, mengatakan melalui sosialisasi diharapkan para pemangku kepentingan bidang sosial dapat memahami kriteria kemiskinan seperti yang telah ditetapkan.

Pemahaman tersebut diperlukan agar bisa dihasilkan data kemiskinan yang akurat sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan kebijakan.

Baca Juga:Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Cenderung MeningkatBNNK dan Lapas Nyomplong Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba

“Meningkatkan kapasitas para stakeholders agar lebih memahami kriteria kemiskinan sehingga nanti tercipta data yang baik. Good data, good decision. Sudah banyak program yang dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan. Saat ini angka kemiskinan di Kota Sukabumi sebesar 8 persen atau di bawah rata–rata nasional,” terang Kusmana.

Kepala Dinsos Kota Sukabumi, Fajar Rajasa, menuturkan pada peraturan wali kota tersebut tercantum 16 indikator kemiskinan dengan beberapa subindikator.

Di antaranya kepemilikan rumah dan besaran KWH listrik yang digunakan.

Fajar menambahkan nilai dari setiap indikator kemudian akan dihitung dengan rumus tertentu untuk mengetahui apakah seseorang masuk dalam kriteria miskin atau tidak.

“Jadi, indikator nomor 1–16 itu ada skoringnya. Peraturan wali kota ini sifatnya kuantitatif, sehingga kemiskinan itu bisa dihitung dan terukur. Jadi tidak naratif tapi kuantitatif,” kata Fajar.

Fajar menerangkan hasil akhir dari penerapan peraturan wali kota ini adalah data kemiskinan yang terbarukan dan akurat agar setiap program yang digulirkan tepat sasaran dan bisa menurunkan angka kemiskinan.

“Intinya, kita ingin ingin meng–update data kemiskinan yang ada di Kota Sukabumi dengan harapan tentunya adalah penurunan persentase kemiskinan,” pungkasnya. (ist)  

0 Komentar