JAMPANGTENGAH – Warga Kedusunan 5 Cilimus Desa Nanggerang Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi mendambakan bangunan jembatan permanen. Pasalnya, kondisi jembatan yang berada di atas aliran Sungai Cikurutug itu cukup rawan ambruk karena hanya terbuat dari bambu.
Kepala Dusun 5 Cilimus, Ruswandi, mengatakan keberadaan jembatan cukup vital karena menjadi akses utama masyarakat setempat. Sebab, jembatan merupakan penunjang aktivitas penghubung antardesa di dua kecamatan berbeda.
“Jembatan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Pada pertengahan Juni, jembatan sempat hanyut terbawa luapan air Sungai Cikurutug saat hujan deras. Tiang pondasi yang ada di tengah juga ikut terbawa hanyut,” kata Ruswandi, kemarin (7/8).
Baca Juga:Libatkan Sekolah Turunkan Volume SampahKesiapsigaan Hadapi Potensi Gempa Bumi *PMI Kumpulkan Data Dasar
Warga lantas swadaya membangun kembali jembatan menggunakan bambu. Sebab, saat itu hendak ada kenaikan kelas para siswa. “Kami bangun kembali jembatannya. Memang sifatnya hanya sementara karena waktu itu para siswa mau kenaikan kelas,” terangnya.
Ruswandi berharap jembatan bisa dibangun lebih permanen. Dia memperkirakan jembatan sementara saat ini yang terbuat dari bambu tak akan bertahan lama. “Terutama untuk kepentingan masyarakat serta para pelajar karena keberadaan jembatan memperdekat jarak tempuh,” tuturnya.
Saat jembatan hanyut terbawa arus deras Sungai Cikurutug, aktivitas para pelajar sempat tersendat. Mereka harus mencari akses alternatif lain.
“Belum lagi aktivitas masyarakat saat menjual hasil bumi, terutama dari sektor pertanian. Mereka menggunakan jembatan saat menjual hasil pertanian,” pungkasnya. (ist)
