Gegerbitung Rawan Tinggi Bencana *Berada di Daerah yang Dilintasi Sesar Cimandiri

Ist
SIMULASI BENCANA: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi mensimulasikan tanggap darurat bencana di Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung pada Selasa (3/9) dan Rabu (4/9).
0 Komentar

GEGERBITUNG – Kecamatan Gegerbitung di Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi. Terlebih, wilayah tersebut dilintasi patahan Cimandiri.Sekretaris Kecamatan Gegerbitung, Samsul Arifin, mengatakan di wilayahnya terdapat tujuh desa. Semua wilayahnya dikategorikan rawan bencana.

“Karakteristik atau topografi Kecamatan Gegerbitung itu kawasan perbukitan. Jadi, cukup rawan terjadi bencana,” kata Samsul, belum lama ini.

Hasil mitigasi dan pemetaan, Desa Ciengang dan Sukamanah rawan berpotensi pergeseran tanah dan tanah longsor. Sedangkan Desa Caringin, Karangjaya, Buniwangi, Cijurey, dan Gegerbitung berpotensi rawan terjadi angin puting beliung.

Baca Juga:Septictank Tuntaskan Kawasan Kumuh, Dibangun di Kelurahan CisaruaDua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Lolos Tes Kesehatan

“Menghadapi ancaman potensi bencana, kami rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada perangkat desa, kepala dusun, maupun ketua RT dan RW,” terangnya.

Edukasi dan sosialisasi itu, kata Samsul, diharapkan bisa kembali diinformasikan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mengantisipasi dini berbagai potensi tersebut. “Kami harapkan masyarakat tanggap dan siap siaga karena wilayah kita berada di daerah rawan bencana,” pungkasnya.

Menghadapi berbagai potensi bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi mensimulasikan tanggap darurat bencana di Desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung. Simulasi dilaksanakan selama dua hari, Selasa (3/9) dan Rabu (4/9).

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, Hondo Suwito, menjelaskan simulasi tanggap darurat bencana sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi potensi dan ancaman bencana. Terlebih, Kabupaten Sukabumi termasuk daerah dengan indeks kerawanan bencana tinggi di Jawa Barat dan Indonesia.

“Simulasi ini sangat perlu dan penting dilakukan di daerah-daerah rawan bencana. Apalagi Kabupaten Sukabumi dikenal juga sebagai supermarket bencana,” jelas Hondo.

Simulasi merupakan rangkaian program ketangguhan bencana berbasis internet melalui dukungan Atma Connect dan Internet Society Foundation (ISF). Potensi dan ancaman bencana di Kabupaten Sukabumi di antaranya gempa bumi yang berasal dari zona megathrust (di laut lepas).

Menurut para ahli, potensi gempa dari megathrust mencapai magnitudo 8,7 yang berdampak tsunami. Sehingga masyarakat baik yang berada di darat dan di pesisir pantai harus sejak dini melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.Sedangkan di wilayah daratan Kabupaten Sukabumi dilintasi Sesar Cimandiri. Sesar yang berpotensi gempa magnitudo 6 membentang sepanjang 100 kilometer dari wilayah Palabuhanratu hingga wilayah Kabupaten Bandung Barat. “Untuk beberapa wilayah di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung ada daerah yang dilintasi sesar Cimandiri,” imbuhnya.

0 Komentar