Tanggapan Pihak RSJ Kota Bogor Terkait Meninggalnya Samson

Ist
TKP Samson Meninggal dunia saat di amuk massa
0 Komentar

SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM– Pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Bogor akhirnya angkat suara terkait dengan kematian Suherlan (33) alias Samson warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi yang diduga akibat dikeroyok massa.

Melalui Manajer Hukum dan Humas RSJ Marzoeki Mahdi, Prahardian Priatama menjelaskan Suherlan telah menjalani perawatan di RSJ ini sebanyak tiga kali, mulai dari tahun 2023 hingga 2025.

“Samson di diagnosa dan terapi, namun saat ini kami belum dapat menjelaskan karena terkait dengan rahasia medis dari pasien,” ungkapnya.

Baca Juga:Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Didorong Nakhodai IPSIStok Beras di Gudang Bulog Sukabumi Capai 2600 Ton

Menurut Prahardian, setiap pasien yang sudah diperbolehkan pulang ataupun dikembalikan ke pihak keluarga, tentunya telah mendapatkan ACC dan telah dinyatakan pulih oleh dokter penanggung jawab.

“Nah ketika pasien di pulangkan atau dikembalikan kepada keluarga dan keluarga biasanya juga diberikan edukasi terkait kondisi dan bagaimana melakukan penanganan terhadap pasien,” jelasnya.

Lanjut Prahardian, untuk selanjutnya dari pihak RSJ Marzoeki Mahdi, karena memiliki keterbatasan dalam pemantauan dan memang tugasnya hanya sebatas memberikan perawatan dan pengobatan sampai dengan pasien pulih diserahkan ke pihak keluarga.

“Dan sampai dengan saat ini kapasitas rawat inap kami cukup bisa menangani pasien gangguan jiwa. untuk kendala perawatan selama di rumah sakit hampir tidak ada kendala sejauh ini terhadapnya atau pasien lainnya,” jelasnya.

Peristiwa meninggalnya Samson, Prahadian menegaskan, setelah korban dipulangkan usai menjalani perawatan dan telah dinyatakan sembuh, pihak RSJ Marzoeki Mahdi tidak bisa memastikan kondisi pasien yang sudah pulang.

“Iya kecuali jika keluarga atau stakholder seperti Puskesmas, Dinsos, Dinkes ataupun aparat setempat memberikan informasi kepada kami,” tandasnya. (ST)

0 Komentar