SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi terus mengintensifkan sosialisasi dan penguatan peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh wilayah kota. Langkah itu dilakukan sebagai upaya memperluas jangkauan informasi publik hingga ke tingkat akar rumput.
KIM merupakan kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif, yang memiliki peran dalam mengelola informasi serta memberdayakan masyarakat. Keberadaan KIM diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 08/PER/M.KOMINFO/6/2010 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial.
Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Tantan Sontani melalui JF Pranata Humas Diskominfo Kota Sukabumi, Sri Siswanti, mengatakan KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara lebih dekat dan partisipatif kepada masyarakat.
Baca Juga:Kota Sukabumi Ikut Jambore Internasional, Kontingen Terdiri dari 45 Orang Anggota PramukaDesa Cimahi Gaungkan Semangat Gotong Royong Melalui Jumsih
“KIM hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang berbasis kolaborasi, untuk menyampaikan program kerja, kegiatan, hingga capaian pembangunan. Jejaring ini mencakup tujuh kecamatan di Kota Sukabumi, dan bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat terjangkau oleh informasi yang tepat,” ujar Sri Siswanti, yang akrab disapa Wanti, kepada wartawan, belum lama ini.
Wanti menyampaikan, KIM tidak hanya bertugas menyebarluaskan informasi, tetapi juga menjadi wadah edukasi publik. Melalui berbagai program seperti EdukAsyik Literasi Digital, Training of Trainer, dan Edukasi Komunikasi Antar Pribadi. Diskominfo membekali perwakilan KIM dari tujuh kelurahan dengan keterampilan komunikasi dan literasi digital yang mumpuni.
“Saat kegiatan itu, kami melibatkan 30 peserta dari perwakilan KIM se-Kota Sukabumi. Materi yang disampaikan meliputi komunikasi antarpribadi, 4 Pilar Literasi Digital, teknik melawan hoaks, dan menjaga keamanan data pribadi,” akunya.
Dengan materi tersebut, diharapkan anggota KIM dapat menjadi agen literasi digital yang mampu membantu masyarakat memilah dan memahami informasi secara bijak, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Tak hanya menyebarkan informasi, KIM juga berperan sebagai saluran dua arah yang menampung aspirasi warga dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah.
“KIM diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga akses informasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di tingkat kelurahan dan semakin mudah diakses oleh publik,” pungkas Wanti. (ist)
