Pengelolaan Sampah Minim Terapkan Teknologi

Ist
ILUSTRASI/DOK SUKABUMI EKSPRES PENGELOLAAN: TPA Cikundul di Kota Sukabumi didorong bisa dikembangkan menerapkan teknologi agar mengurangi volume sampah.
0 Komentar

CITAMIANG – Pengelolaan sampah di Kota Sukabumi masih minim teknologi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat pun mulai merancang program agar bisa menerapkan inovasi.

Kepala DLH Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, mengatakan pengurangan sampah dari hulu menjadi fokus utama DLH dalam penyusunan rencana kerja (Renja) tahun 2027. DLH telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi volume sampah, antara lain merevitalisasi Bank Sampah Induk Kota Sukabumi dan menjalin kerja sama dengan PT Semen Jawa dalam pengelolaan sampah.

“Kami juga merencanakan mengoptimalkan TPS3R, menata Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul, menggulirkan program kampung iklim, dan pembinaan serta pengawasan pelaku usaha,” terang Reni, kemarin (11/2).

Baca Juga:Ratusan Guru Non-P3K Paruh Waktu Terima Surat TugasKPK Hibahkan 15 Bidang Tanah ke Pemkot Sukabumi

Seluruh program yang dirancang tersebut merupakan respons atas isu lingkungan hidup seperti masih minimnya penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah, semakin berkurangnya kapasitas TPA Cikundul, serta masih tingginya volume sampah organik.

Berdasarkan data, jumlah volume sampah yang masuk ke TPA Cikundul adalah 190,32 ton per hari. Sampah itu berasal dari sektor rumah tangga sebesar 38 persen, pusat perniagaan 19 persen, kemudian fasilitas publik 17 persen, lalu pasar tradisional 14 persen dan sisanya dari perkantoran.

“Semua dimulai dari hulu. Itu yang akan kita kejar secara kewenangan pemerintah untuk memberikan rekomendasi dan edukasi. Tetap kita dorong masyarakat untuk memilah dan memilih sampah,” ucapnya.

DLH pun akan berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. “Sampah organik di rumah tangga maupun di industri masing–masing sedang kita upayakan,” tandasnya. (portal.sukabumikota.go.id)

0 Komentar