SUKABUMI – Bupati Sukabumi Asep Japar memaparkan capaian kinerja satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Andreas. Salah satu indikator utama yang disorot yakni penurunan angka kemiskinan menjadi 6,41 persen berdasarkan data BPS tahun 2025.
Hal itu disampaikan Asep saat kegiatan Muhibah Ramadan Tingkat Kabupaten Sukabumi 2026 di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), Selasa (24/2).
“Berdasarkan data BPS tahun 2025, persentase penduduk miskin berhasil kita tekan menjadi 6,41 persen,” ujarnya.
Baca Juga:Resmi, Ibu Tiri TR Ditetapkan Polres Sukabumi Sebagai Tersangka Kasus KekerasanDisdukcapil dan DP2KBP3A Kota Sukabumi Perkuat Layanan Publik Lewat Integrasi Data Kependudukan
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menggulirkan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan upaya penurunan kemiskinan akan terus diperkuat. “Kami akan terus menurunkan angka kemiskinan melalui program yang lebih responsif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sukabumi membangun lebih dari 780 unit rumah tidak laik huni (rutilahu) sepanjang 2025 melalui Program Sakinah (Sehat, Layak, Nyaman, Aman, dan Berkah).
Program ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan berbasis kebutuhan dasar masyarakat. “Penanganan rutilahu ini menjadi prioritas kami agar masyarakat memiliki hunian yang layak,” ungkap Asep.
Tak hanya pembangunan fisik, Muhibah Ramadan juga diisi aksi sosial seperti pembagian sembako, bazar murah, hingga pemberian hadiah umroh kepada warga. “Alhamdulillah, tahun ini kami dapat memberikan hadiah umroh untuk warga,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, unsur forkopimda, kepala perangkat daerah, serta tokoh agama dan masyarakat. Di bidang pendidikan, Pemkab Sukabumi terus menjalankan program beasiswa bekerja sama dengan Universitas Nusa Putra dan sejumlah kampus lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kami ingin memastikan generasi muda Sukabumi memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.
Asep menambahkan, meski sejumlah capaian telah diraih dalam setahun terakhir, masih banyak tantangan pembangunan yang harus diselesaikan untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar perjalanan pembangunan ini diberi kelancaran dan kekuatan,” tuturnya.
Baca Juga:Disdukcapil Kota Sukabumi Intensifkan Program Pelita, Kejar Target 79 Persen Kepemilikan KIAForum Perangkat Daerah Disdukcapil 2026 Dorong Penguatan Layanan Publik Digital dan SDM Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi Boyke Martadinata menyebut Muhibah Ramadan merupakan agenda rutin tahunan untuk memperkuat sinergi antara ulama, umaro, dan umat, sekaligus menyerap aspirasi warga. “Tahun ini direncanakan di 10 kecamatan, dan Kadudampit menjadi yang pertama dikunjungi,” pungkasnya. (ist)
