SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Wali Kota Ayep Zaki menegaskan komitmennya mempercepat perbaikan infrastruktur di Kota Sukabumi, terutama ruas jalan yang selama ini banyak dikeluhkan warga. Salah satu hal yang sering dikeluhkan ialah kondisi Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh.
Ayep memastikan perbaikan tetap berjalan meski sempat terkendala persoalan teknis pada sistem input bantuan provinsi. “Walaupun ada kendala teknis di sistem bantuan provinsi, Jalan Merbabu tetap kita perbaiki menggunakan dana APBD,” tegasnya.
Ia juga mengumumkan perubahan standar pengerjaan jalan di Kota Sukabumi, terutama untuk ruas yang rawan rusak seperti Jalan Gudang. “Sekarang standar kita ubah. Jalan yang sering rusak tidak langsung diaspal, tapi dicor dulu, baru dilapisi aspal supaya lebih tahan lama,” ujarnya.
Baca Juga:BPK Minta Pemkot Sukabumi Rampungkan LKPD 2025Pemkot Sukabumi Perketat Pengawasan MBG Selama Ramadan, Menu Harus Sesuai dan Nilainya Harus Transparan
Selain jalan, Pemkot juga mulai merevitalisasi trotoar lama dan menata kabel utilitas yang selama ini semrawut.
“Trotoar lama akan kita revitalisasi, dan kabel-kabel utilitas akan kita rapikan menjadi satu tiang. Uji cobanya sudah mulai di Jalan Bhayangkara,” jelas Ayep.
Menurutnya, penataan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi menyambut kehadiran Tol Bocimi Seksi III. “Kita harus bersiap. Dengan adanya Tol Bocimi Seksi III, mobilitas akan meningkat. Wajah kota juga harus lebih tertata,” katanya.
Di sektor lingkungan, Ayep menegaskan komitmennya menangani persoalan sampah melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). “Kita akan fokus pada teknologi RDF. Sampah tidak lagi hanya ditumpuk, tapi diolah menjadi bahan bakar alternatif yang siap dibeli PLTU,” ungkapnya.
Ia menilai langkah tersebut bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingginya angka pengangguran di wilayah seluas 48 kilometer persegi itu, Ayep memastikan pemerintah telah menyiapkan strategi konkret. “Untuk pengangguran, kita siapkan strategi penyaluran tenaga kerja melalui program P2MI di tahun 2026,” tandasnya. (ist)
