Karnaval Budaya di Kota Sukabumi Berlangsung Meriah

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/SUKABUMI EKSPRES MERAIH: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana berinteraksi dengan masyarakat pada momen Karnaval Budaya.
0 Komentar

JL R SYAMSUDIN SH — Ribuan warga memadati kawasan Balai Kota Sukabumi, Sabtu (18/4). Mereka larut pada kemeriahan puncak peringatan HUT ke-112 Kota Sukabumi.

Karnaval budaya menjadi magnet utama. Momen itu menghadirkan ragam kesenian dan kreativitas masyarakat di jantung kota.

Sejak pagi, masyarakat telah memenuhi sepanjang rute karnaval yang dimulai dari Lapang Merdeka Sukabumi. Iring-iringan peserta menampilkan kekayaan tradisi lokal melalui kesenian daerah, kostum etnik, hingga kreasi komunitas yang memikat perhatian. Sorak sorai warga mengiringi setiap penampilan yang melintas, menciptakan suasana semarak dan antusias.

Baca Juga:Lahan Sawah Dilindungi Seluas 1.030 HektareWarga Tertimbun Tanah Longsor, Ditemukan Meninggal Dunia

Ketua panitia, Imran Wardhani, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi energi positif bagi pembangunan daerah. Menurutnya, momentum hari jadi tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas antarwarga. “Perjalanan 112 tahun telah membentuk Sukabumi sebagai kota yang terus bertumbuh dengan karakter religius, toleran, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong,” ujarnya.

Mengusung tema ‘Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota’, peringatan tahun ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemajuan berkelanjutan.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan karnaval budaya merupakan bagian penting dalam rangkaian HUT ke-112 yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta partisipasi aktif masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut didukung oleh sponsor dan swadaya warga. “Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga penguatan identitas kota kreatif. Sukabumi termasuk salah satu dari sembilan kota kreatif di bidang seni dan budaya,” kata Ayep.

Ia memastikan karnaval budaya akan menjadi agenda tahunan. Selain memberikan hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana evaluasi dalam upaya peningkatan APBD. Dalam kesempatan itu, Ayep juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini berada di kisaran Rp1,3 triliun. Ia mendorong optimalisasi pendapatan daerah serta berharap realisasi Transfer ke Daerah (TKD) dapat berjalan lancar dalam waktu dekat.

Di sektor pembangunan, Pemkot Sukabumi menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan memangkas target delapan tahun menjadi dua hingga tiga tahun. Langkah ini dinilai sebagai strategi efisiensi menghadapi potensi kenaikan harga di masa depan, termasuk dampak kenaikan BBM non-subsidi. “Percepatan pembangunan hari ini akan meringankan beban biaya di masa depan,” tegasnya. Ayep juga menilai Sukabumi memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, didukung oleh kekayaan talenta seni dan budaya yang dimiliki masyarakat.

0 Komentar