Warga Tertimbun Tanah Longsor, Ditemukan Meninggal Dunia

Istimewa
DOK/PUSDALOPS BPBD KAB. SUKABUMI RUSAK BERAT: Bangunan rumah warga di Kampung Gria Sukamaju RT 01/02 Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi rusak berat usai diterjang material tanah longsor dari sebuah tebing. Salah seorang penghuninya meninggal dunia.
0 Komentar

SUKALARANG – Satu orang warga Kampung Gria Sukamaju RT 01/02 Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi meninggal dunia saat terjadi tanah longsor. Korban tak bisa menyelamatkan diri saat tebing yang longsor menimpa bangunan rumahnya.

Manager Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan peristiwa tanah longsor di lokasi terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada waktu kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan deras berdurasi cukup lama.

“Hujan deras yang berlangsung cukup lamamenyebabkan tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 8 meter mengalami longsor. Materialnya menimbun satu bangunan rumah dengan kondisi rusak berat. Satu orang penghuninya atas nama Afni Nopianti berusia 30 tahun meninggal dunia,” kata Daeng.

Baca Juga:Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan*Polemik Proyek Gedung MUI Sukabumi, Kontrak Kontraktor Terancam Diputus

Bangunan rumah yang tertimbun tanah longsor dihuni 2 kepala keluarga sebanyak 4 jiwa. Saat ini, mereka diungsikan semantara ke tempat yang lebih aman. “Pada hari kejadian kami langsung melakukan asesmen ke lokasi. Petugas kami berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mengevakuasi korban tertimbun serta evakuasi materiaal longsor,” terangnya.

Bersamaan peristiwa itu, di beberapa lokasi juga terjadi bencana hidrometeorologi dampak tingginya curah hujan.

Di Kampung Caringin Lebak RT 07/04 Desa Caringun Kulon Kecamatan Caringin terjadi bangunan TPT longsor serta tertimbunnya ruas jalan. Hasil asesmen, untuk penanganan sementara diperlukan sebanyak 50 bronjong, 500 karung, serta material TPT.

Di Kecamatan Jampangtengah, terjadi pergerakan tanah dan tanah longsor di beberapa titik. Hasil pendataan, wilayahnya berada di Kampung Cilimus RT 29/05, Kampung Cisaat RT 28/05, Kampung Cijiwa RT 27/05 dan RT 26/05, serta Kampung Cigedang RT 23/04.

Sementara di Kecamatan Nagrak terjadi banjir hingga berdampak terjadinya tanah longsor di Kampung Leuwipeti RT 03/04 Desa Balekambang. Bencana dipicu naiknya debit air pada drainase.

Luapan air membanjiri halaman rumah warga dan meresap ke tanah pada sebuah tebing. Akibatnya, terjadi longsor di dua lokasi.

Selain itu, akibat kejadian itu, sebuah TPT kondisinya rusak. Di lokasi terdapat 6 rumah yang dihuni 12 kepala keluarga dalam kondisi terancam.

Baca Juga:Wabup Sukabumi dan Forum KPM Bahas Konvergensi Stunting di Tingkat DesaRuas Jalan Jalur Sukabumi–Sagaranten Tertutup Longsor

Sementara di Kecamatan Cibadak, permukiman warga di Kampung Panagan RT 03/02 Desa Pamuruyan terendam banjir meluapnya aliran sungai. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 35 jiwa terdampak. Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Para penghuninya mengevakuasi secara mandiri. (ndi)

0 Komentar