CIKEMBAR – Ruas jalan provinsi penghubung Kecamatan Jampangtengah dengan Kecamatan Lengkong di Kabupaten Sukabumi tertimbun material tanah longsor, Sabtu (18/4) malam. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas kendaraan dari dua arah sempat lumpuh total.
Berdasarkan informasi, material longsor berupa tanah dan batu berasal dari tebing di ruas jalan tersebut. Kejadiannya seusai hujan lebat yang mengguyur wilayah itu dan sekitarnya sejak Sabtu siang.
Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalos) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan longsor terjadi di Kampung Bungur dan Tanjakan Dayang. Setidaknya ada empat titik yang mengalami longsor di sepanjang jalan tersebut.
Baca Juga:Dukung Program Bangga Kencana, Kader IMP di Sukabumi Ikuti JamboreSukabumi Daerah Paling Responsif di Jabar dalam Kebijakan Pelayanan Pajak
“Kejadian dilaporkan pukul 22.00 WIB. Di titik longsor, badan jalan yang tertutup material sepanjang 50 meter dan tinggi 2 meter. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Jampangtengah menuju ke Lengkong atau sebaliknya terhenti total,” kata Daeng, kemarin (20/4).
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) setempat segera berkoodinasi dengan BPBD, perangkat daerah setempat, serta TNI dan Polri. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat yang memiliki kewenangan status jalan.
“Sabtu malam sudah ada penanganan. Untuk mengevakuasi material tanah longsor dikerahkan alat berat serta pembersihan menggunakan mobil tangki BPBD,” ucapnya.
Upaya pembersihan material tanah longsor masih berlangsung hingga Minggu (19/4). Arus lalu lintas kendaraan sudah mulai berangsur normal meskipun diterapkan sistem buka-tutup.
“Sampai saat ini di Kabupaten Sukabumi masih berpotensi terjadi hujan. Kami imbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. (ndi)
