CIKEMBAR – Sebanyak 149 kali bencana terjadi di Kabupaten Sukabumi selama April tahun ini. Mayoritas dipicu tingginya curah hujan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ratusan kejadian bencana tersebar di 30 kecamatan. Bencana didominasi tanah longsor sebanyak 75 kali, angin kencang 44 kali, banjir 23 kali, dan pergerakan tanah 7 kali.
Berbagai kejadian bencana mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban tercatat merupakan warga Kecamatan Sukalarang. Korban tertimbun tanah longsor dari tebing yang menimpa rumahnya.
Baca Juga:Pemkab Sukabumi Wajibkan Pengelola Parkir Wisata Miliki Izin ResmiDipicu Balas Dendam, Pria Asal Sukaraja Sukabumi Tewas Dikroyok
“Untuk korban luka ada dua orang. Satu orang merupakan warga Kecamatan Sukalarang dan satu orang lagi warga Kecamatan Caringin,” kata Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, kemarin (5/5).
Daeng menuturkan, kecamatan yang dilanda bencana hidrometeorologi tersebut tersebar di wilayah utara, selatan, maupun barat. Berbagai bencana dipicu hujan deras yang kerap disertai angin kencang.
“Hasil rekapitulasi data, selama April ada 30 kecamatan yang dilanda bencana hidrometeorologi,” ucapnya.
Wilayahnya mencakup Kecamatan Bantargadung, Caringin, Ciambar, Cibadak, Cicurug, Cidahu, Cikembar, Cikidang, Cireunghas, Cisaat, Cisolok, Curugkembar, Gegerbitung, Gunungguruh, Jampangtengah, Kabandungan, Kadudampit, Kalibunder, Kebonpedes, Lengkong, Nagrak, Nyalindung, Pabuaran, Parakansalak, Parungkuda, Purabaya, Sagaranten, Sukabumi, Sukalarang, dan Tegalbuleud. Hasil pemetaan BPBD, wilayah paling sering terjadi bencana selama April tahun ini berada di Kecamatan Jampangtengah dan Nagrak dengan jumlah di atas 10 kali. “Untuk kecamatan lainnya, intensitas bencana kisaran 1-5 kali dan 6-10 kali,” jelas Daeng. (ist/ndi)
