JL R SYAMSUDIN – Inflasi di Kota Sukabumi selama April tercatat sebesar 0,04 persen. Angka inflasi month to month tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,13 persen.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Eneng Rahmi, menyebutkan data tersebut berdasarkan rilis resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Sedangkan berdasarkan penghitungan year on year (yoy), inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen.
“Angkanya untuk penghitungan yoy sedikit lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Barat sebesar 2,49 persen dan inflasi nasional sebesar 2,42 persen,” kata Rahmi.
Baca Juga:Perusahaan Menara Telekomunikasi Abaikan Undangan Pemkab SukabumiPAD Belum Tergarap Maksimal, DPRD Sebut Ada Potensi Kebocoran Penerimaan
Terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada April. Di antaranya minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, dan air kemasan.
Sedangkan penyumbang inflasi berdasarkan perhitungan year on year di antaranya perhiasan emas, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, sigaret kretek mesin, dan beras.
Beberapa catatan penting yang memengaruhi kondisi perekonomian pada April yakni harga emas global yang mengalami penurunan. Kemudian harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit menurun pasca-Idulfitri, tarif angkutan kembali normal setelah periode mudik Lebaran, dan kenaikan harga energi yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.
Pemerintah Kota Sukabumi melakukan sejumlah upaya pengendalian inflasi. Di antaranya meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengadakan gerakan pasar murah, dan secara rutin memantau harga bahan pokok penting.
“Secara umum, inflasi Kota Sukabumi tetap terjaga dalam rentang target nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi kurang lebih 1 persen,” pungkasnya. (mg5)
