Ajak Masyarakat Olah Sampah Secara Mandiri

Istimewa
PORTAL.SUKABUMIKOTA.GO.ID SOSIALISASI: Komunitas Restoe Boemi menyosialisasikan pengelolaan sampah di kantor Kecamatan Citamiang
0 Komentar

SUKABUMI – Komunitas Restoe Boemi menyosialisasikan pengelolaan sampah di kantor Kecamatan Citamiang, Jumat (19/6). Upaya itu sebagai bagian menekan volume sampah dan menggerakkan masyarakat agar ikut berpartisipasi mengelola sampah

Camat Citamiang, Aries Ariandi, mengharapkan sosialisasi ini akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah. PIhak kecamatan telah melakukan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta menggulirkan berbagai inovasi pengelolaan sampah di setiap kelurahan.

“Tanpa ada dukungan dari masyarakat, Sukabumi sehat, bersih, dan nyaman tidak akan terwujud. Mari kita bersama wujudkan Sukabumi yang sehat, nyaman, dan bersih,” ucapnya.

Baca Juga:Jalur Pedestrian Bhayangkara Makin Ciamik, Warga Apresiasi Upaya Penataan InfrastrukturPLN UP3 Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Kodim 0607/Sukabumi untuk Dukung Pelayanan dan Kemajuan Daerah

Sedangkan Ketua Restoe Boemi, Kia Florita, mengatakan sosialisasi ini diharapkan bisa menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Salah satu materi yang disampaikan dalam sosialisasi adalah metode pengolahan sampah yang bisa dilakukan oleh masyarakat seperti dengan memanfaatkan lubang biopori atau membudidayakan maggot. Sosialisasi ini berkaitan pula dengan langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang secara bertahap menutup TPS liar

“Kalau di Kecamatan Citamiang ini di kelurahannya memang sudah banyak inovasinya, hanya saja belum menyeluruh. Sehingga sampah itu masih banyak yang terbuang ke TPS dan masih numpuk di pinggir jalan. Kita terus sosialisasikan ke masyarakat bagaimana menyelesaikan sampah itu dari hulunya sehingga tidak ada lagi sampah itu keluar ke TPS,” ucapnya.

Komunitas Restoe Boemi telah bergerak sejak beberapa waktu lalu yntuk menggugah kesadaran masyarakat mengenai pengolahan sampah. Upaya ini menurutnya telah membuahkan hasil karena saat ini setiap sekolah telah memiliki lubang biopori untuk mengolah sampah.

“Harapan saya, di setiap RT nanti ada lubang biopori. Sehingga, masyarakat sudah memilah sampah dan sampah organiknya dimasukkan ke lubang biopori,” tandasnya. (mg5)

0 Komentar