SUKABUMI – Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan komitmen Dekranasda mendorong UMKM dan para perajin lokal agar mampu naik kelas tanpa meninggalkan akar budaya daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama stasiun TV swasta pada program Jurnal Nusantara yang mengangkat tema ‘Mendorong UMKM Sukabumi Naik Kelas Berbasis Budaya Lokal’, kemarin (22/6).
Menurut Ranty, Gerai Dekranasda Kota Sukabumi berperan sebagai penghubung antara perajin dan konsumen sekaligus menjadi ruang bertumbuh bagi para pelaku usaha kriya.
Melalui pendekatan manajemen 5M, yakni Man, Material, Method, Market, dan Money, Dekranasda berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjaga kualitas bahan baku, mendorong inovasi dan digitalisasi, memperluas akses pasar, serta membuka peluang pembiayaan dan dukungan usaha bagi para perajin.
Baca Juga:NPCI Persiapkan 16 Atlet Hadapi Peparda JabarGenjot Perbaikan Infrastruktur Jalan, Dilakukan Secara Bertahap di Sejumlah Lokasi
Dalam mendorong inovasi produk, Dekranasda mengedepankan prinsip bahwa budaya merupakan akar yang harus tetap dijaga. Inovasi dilakukan dengan menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi pengembangan motif, desain, dan produk.
Pengembangan tersebut berlandaskan konsep 5C, yaitu Cerita, Cita, Cipta, Cinta, dan Cuan, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai ekonomi.
Untuk itu, Dekranasda membangun ekosistem kolaboratif dari hulu hingga hilir yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Diskumindag melalui Gerakan Apresiasi Produk Lokal (GASPOL RAPAT), penyediaan souvenir resmi pemerintah dari produk UMKM lokal, serta fasilitasi keikutsertaan perajin dalam berbagai pameran daerah maupun nasional.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para perajin, mulai dari standarisasi kualitas produk, keterbatasan akses pemasaran, hingga regenerasi pelaku usaha.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dekranasda melakukan kurasi produk secara berkala, memperluas promosi melalui berbagai pameran dan platform digital, serta mendorong keterlibatan generasi muda melalui pelatihan digital, workshop edukasi, lomba kreatif, hingga kolaborasi dengan desainer muda dan komunitas. (dokpim)
