JL R SYAMSUDIN – Pemerintah Kota Sukabumi dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus program Kelurahan/Desa Cinta Statistik (Cantik) di Oproom Setda Kota Sukabumi, kemarin (24/6). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda, Kepala BPS Kota Sukabumi Dani Jaelani, Sekretaris Daerah, pimpinan Bank BJB, para staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah, camat, serta lurah se-Kota Sukabumi.
Pencanangan ini menjadi langkah awal persiapan pelaksanaan SE2026 yang akan dilaksanakan secara nasional sebagai upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur dan aktivitas ekonomi di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, BPS juga meluncurkan program Cantik yang bertujuan memperkuat tata kelola data hingga tingkat kelurahan.
Kepala BPS Kota Sukabumi, Dani Jaelani, menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Dalam regulasi tersebut, BPS diberikan mandat menyelenggarakan tiga sensus utama secara berkala, yakni sensus penduduk, sensus pertanian, dan sensus ekonomi.
Baca Juga:Pemkot Sukabumi Perkuat Kendali Inflasi dan Ketahanan PanganKDKMP Kota Sukabumi Terkendala Keterbatasan Lahan
“Sensus penduduk dilaksanakan pada tahun berakhiran nol, sensus pertanian pada tahun berakhiran tiga, sedangkan sensus ekonomi dilaksanakan pada tahun berakhiran enam seperti tahun 2006, 2016, dan 2026,” ujar Dani.
Ia menegaskan, sensus ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala besar yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, maupun masyarakat.
“Sensus ekonomi merupakan kegiatan yang sangat besar, melibatkan sumber daya yang besar pula, sehingga memerlukan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak,” katanya.
Dani menambahkan, hasil SE2026 nantinya akan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan sebagai dasar pengambilan keputusan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, pengamat ekonomi hingga masyarakat umum.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menekankan pentingnya data statistik yang akurat sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kualitas data yang digunakan dalam perencanaan kebijakan.
“Kota Sukabumi memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di wilayah Sukabumi Raya. Aktivitas ekonomi terus berkembang dengan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian,” ujarnya.
