JL R SYAMSUDIN – Kota Sukabumi mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal mencapai Rp2 miliar. Dana insentif itu diberikan karena pemerintah daerah setempat berhasil mengimplementasikan kinerja pengendalian inflasi.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengaku di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, Pemkot Sukabumi bersyukur karena masih mendapatkan insentif dari pemerintah pusat. Dana tersebut, kata Bobby, akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah.
“Alhamdulillah Kota Sukabumi mendapatkan insentif sekitar Rp2 miliar. Sebagian digunakan untuk pengelolaan sampah dan sisanya untuk mendukung pengendalian inflasi daerah,” kata Bobby di sela pemantauan kegiatan gerakan pangan murah (GPM) di Kecamatan Cibeureum, Rabu (24/6).
Baca Juga:Seni Lokal Harus Mampu Menyentuh DuniaKPU Kota Sukabumi Perkuat Sinergi dengan Parpol
Bobby mengingatkan, inflasi tidak hanya dipengaruhi harga bahan pangan. Sejumlah komponen lain, termasuk produk konsumsi seperti rokok dan kebutuhan nonpangan tertentu, turut memberikan kontribusi terhadap tingkat inflasi daerah.
Karena itu, pengendalian inflasi memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan tetapi juga pemantauan terhadap berbagai komoditas yang memengaruhi indeks harga konsumen. (mg5)
