Penanganan Dampak Bencana dan Rutilahu Belum Terealisasi

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES Muhamad Sahid Sekretaris DPUTR Kota Sukabumi
0 Komentar

Ia menjelaskan, sumber pembiayaan proyek tersebut berasal dari Belanja Tidak Terduga yang sebelumnya dialokasikan melalui mekanisme anggaran parsial sebelum akhirnya masuk ke dalam skema BTT. “Iya, awalnya masuk dalam anggaran parsial kemudian dialihkan ke BTT,” ujarnya.

Selain revitalisasi pedestrian, pemerintah daerah juga akan merealisasikan pembangunan Jalan Prana yang berlokasi di kawasan Perumahan Prana. Proyek tersebut mendapat alokasi anggaran sekitar Rp2,2 miliar dan juga bersumber dari BTT.

Saat ini proses administrasi dan persiapan pekerjaan tengah berlangsung. Pemerintah menargetkan pelaksanaan fisik proyek dapat dimulai pada awal hingga pertengahan Juli 2026. “Sekarang ada jalan Prana yang mudah-mudahan bisa mulai pelaksanaan awal Juli atau paling lambat pertengahan Juli sudah mulai pekerjaan fisik di lapangan,” jelas Sahid.

Baca Juga:Pantai Pangumbahan Wisata Konservasi Penyu yang Wajib Dikunjungi di CiracapParipurna DPRD, Wabup Sampaikan Jawaban Bupati Sukabumi Atas Padum Fraksi

Menurutnya, pembangunan Jalan Prana diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung mobilitas warga di kawasan permukiman tersebut. Di tengah keterbatasan fiskal yang masih dihadapi pemerintah daerah, muncul perhatian terkait keseimbangan antara kebutuhan penanganan bencana dengan pelaksanaan proyek infrastruktur prioritas. Pasalnya, sejumlah usulan penanganan dampak bencana dan rutilahu masih menunggu realisasi, sementara beberapa proyek pembangunan telah mulai berjalan menggunakan sumber pendanaan yang sama. (mg5)

Laman:

1 2
0 Komentar