PALABUHANRATU – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengklaim pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan II, terutama dari penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) masih rendah. Pemerintah daerah mendorong setiap organisasi perangkat daerah dapat menggali dan mengoptimalkan potensi di semua sektor untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan.
“PAD kita jangan jalan di tempat. Perlu inovasi dan melihat peluang yang ada agar potensi pendapatan daerah terus meningkat. Mendongkrak pendapatan ini dibutuhkan semangat kolaborasi seluruh perangkat daerah,” kata Bupati Sukabumi, Asep Japar, di sela memimpin rapat dinas bulanan, di Aula Setda Palabuhanratu, belum lama ini.
Dia menekankan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan capaian penerimaan PBB, terutama di wilayah yang realisasinya masih rendah. Keberhasilan peningkatan pendapatan tersebut membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.
Baca Juga:Pemkot Sukabumi Kantongi Insentif Fiskal Rp2 MiliarKota Sukabumi Waspadai Rabies, Tiga Puskesmas Dijadikan Rabies Center
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga perlu memberikan stimulus agar masyarakat dengan sukarela bisa menunaikan kewajibannya untuk membayar retribusi maupun PBB. “Optimalisasi seluruh pendapatan daerah dibutuhkan kolaborasi intensif mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga Bapenda,” tegasnya.
Bahkan Bupati juga akan turun langsung ke lapangan untuk memantau data PBB di tingkat kecamatan maupun desa. Termasuk seluruh aparatur kewilayahan mulai dari camat, sekretaris kecamatan, hingga Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) diminta menyampaikan informasi terkait potensi yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah.
“Menggali potensi pendapatan sangat penting untuk peningkatan PAD. Pendapatan ini sebagai modal utama dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi. Unsur kewilayahan dapat memetakan berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum tergali secara optimal,” bebernya.
Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam di Kabupaten Sukabumi seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah. Visi Sukabumi Mubarakah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan PAD.
“Sektor agrobisnis dan pariwisata merupakan potensi besar yang masih perlu dioptimalkan. Unsur kewilayahan harus melakukan pendataan lapangan terkait keberadaan perusahaan, objek dan subjek pajak, hingga masalah perizinan yang berpotensi menjadi sumber penerimaan daerah,” pungkasnya. (ist/ndi)
