Jalan Prana Difungsikan, DPRD Beri Catatan

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/CIANJURSUKABUMIEKSPRES BEROPERASI: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau sekaligus mengoperasionalkan akses di ruas Jalan Prana Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole, Sabtu (22/8).
0 Komentar

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi mulai membuka akses fungsional ruas Jalan Prana di Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole, Sabtu (22/8). Prosesinya dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi Soni Hermanto, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Muchendra, anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni, serta perwakilan pengembang.

Pada momen itu Ayep menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Setiap pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan warga, memperbaiki konektivitas wilayah, mendukung aktivitas masyarakat, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pembangunan tidak sekadar mengejar pekerjaan fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap aktivitas warga, konektivitas wilayah, serta kualitas pelayanan pemerintah,” kata Ayep.

Baca Juga:Pemkot Sukabumi dan PN Buka Layanan Hukum GratisPusat PVTPP Perkuat Pendampingan Perizinan Pupuk

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus direncanakan secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta manfaat jangka panjang. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di tengah dibukanya akses Jalan Prana untuk digunakan masyarakat, DPRD Kota Sukabumi memberikan sejumlah catatan terhadap kondisi pekerjaan di lapangan. Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Muchendra mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Sukabumi dalam memperbaiki akses jalan yang dinilai dibutuhkan masyarakat. Namun, hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat sejumlah bagian yang perlu mendapat perhatian dari pelaksana pekerjaan.

Salah satunya adalah ditemukannya retakan pada badan jalan. Menurut Muchendra, temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti, terlebih ruas jalan tersebut masih tergolong baru selesai dikerjakan.

Dia mengatakan, saat peninjauan pihaknya belum menyusuri seluruh ruas jalan. Namun, dari beberapa meter sejak titik awal, sudah ditemukan sedikitnya dua persoalan yang perlu menjadi catatan, yakni retakan pada badan jalan dan belum optimalnya drainase pembuangan air. “Masih di pertengahan sudah ada dua hal yang harus menjadi catatan dan harus diperbaiki oleh pelaksana,” ujarnya.

Muchendra juga menyoroti adanya perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan bagian pinggir jalan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah potensi gangguan maupun membahayakan pengguna jalan.

0 Komentar