Pemkot Sukabumi Perkuat Anggaran Penanganan Stunting

Istimewa
SOFWAN ZULFIKAR/CIANJURSUKABUMIEKSPRES PEMBERDAYAAN: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, membuka kegiatan penguatan Posyandu Istimewa di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu, kemarin (26/8).
0 Komentar

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat anggaran penanganan stunting. Tahun ini anggarannya dialokasikan sebesar Rp4,39 miliar dari sebelumnya sebesar Rp2,88 miliar.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan peningkatan anggaran tersebut di antaranya diarahkan untuk memperkuat peran Posyandu dalam melaksanakan program pencegahan dan penanganan stunting di tingkat masyarakat. Ayep menambahkan, keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi anak. “Kontribusi yang diberikan setara dengan sekitar 2.800 butir telur setiap bulan,” kata Ayep seusai membuka kegiatan penguatan Posyandu Istimewa di Kelurahan Sindangsari Kecamatan Lembursitu, kemarin (26/8).

Ayep menegaskan, penanganan stunting diperlukan juga validasi dan pemutakhiran data sebagai fondasi utama. Menurutnya, ketepatan data menjadi kunci agar setiap program intervensi pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:Truk Terjun ke Jurang di Tanjakan Cisarakan Palabuhanratu, Sopir Tewas DitempatRumah Panggung Berpenghuni 7 Orang Jiwa di Purabaya Hangus Terbakar

Ayep mengatakan, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan data lama dalam menentukan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat. Setiap data harus diperiksa dan disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan. “Data stunting harus di-update. Kalau kenyataannya tidak ada, segera datanya dimasukkan ke Puskesmas setempat dan langsung ke Dinas Kesehatan. Jangan menunggu-nunggu, minggu ini kerjakan,” tegas Ayep.

Ia mencontohkan, berdasarkan data yang tercatat di Kelurahan Sindangsari terdapat 19 kasus stunting. Namun, data tersebut perlu kembali diverifikasi melalui penelusuran di lapangan sehingga pemerintah memiliki gambaran yang akurat mengenai kondisi sebenarnya. “Ini penting. Untuk penurunan stunting harus disisir semua oleh Pak Lurah,” ujarnya.

Menurut Ayep, akurasi data akan menentukan efektivitas program penanganan stunting. Dengan data yang valid dan mutakhir, berbagai intervensi seperti pemberian bantuan gizi, pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga serta program pencegahan dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan sedini mungkin dan secara berkelanjutan. Pemerintah tidak boleh menunggu hingga persoalan pertumbuhan anak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari. “Penyelesaian stunting ini penting sekali karena menyangkut masa depan anak-anak kita. Jangan sampai bermasalah di kemudian hari. Sejak usia dini harus diselesaikan. Itu tugas Pemerintah Kota,” kata Ayep.

0 Komentar