Pelopor musik tradisional khas Sunda, yakni Kang Epot biasa disapa merupakan salah satu pelopor musik Calung yang masih eksis hingga saat ini. Sebagai salah satu pesohor alat musik tradisional Calung yang masih bertahan hingga saat ini, tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhurnya pada setiap generasi guna menjaga seni dan budaya masyarakat terhadap kesenian musik kedaerahan tersebut.
Tak ingin dimakan zaman, Kang Epot eksiskan lagi musik Calung alat musik calung yang merupakan kesenian khas masyarakat Sunda sejak zaman nenek moyang dulu. Seiring berjalannya waktu, kesenian alat musik Calung tersebut kian memudar. Hal ini disebabkan oleh masuknya budaya asing ke Indonesia yang menyebabkan generasi muda saat ini lebih menyukai atau memilih musik modern yang terdapat saat ini.
Siapakah Kang Epot?
Kang Epot merupakan seniman asal Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat yang masih piawai dalam memainkan alat musik tradisional Calung tersebut. Kang Epot sendiri telah melanglangbuana dalam seni musik tradisional tersebut sejak tahun 2000 silam, dan telah menghasilkan sebanyak 9 album yang dihasilkannya.
Baca Juga:5 Tempat Ngabuburit Terfavorit di BandungJadwal Sidang Isbat Ramadhan 1444 Hijriah
Namun, eksistensi Kang Epot sendiri tidaklah sepenuhnya berjalan dengan mulus, karena regenerasi atau perkembangan musik Calung yang kian hari kian ditinggalkan oleh masyarakat terutama bagi generasi muda yang seharusnya menjadi tongkat estafet untuk mempertahankan seni budaya musik Calung di Jawa Barat. Dilansir dari Merdeka.com, Kang Epot sendiri masih terus mempertahankan eksistensi seni musik Calung tersebut agar tidak pudar dimakan zaman.
“Kehadiran teknologi yang semakin modern, ada dua sisi yang menguntungkan atau pun merugikan, salah satu sisi yang merugikan yaitu hilangnya eksistensi musik Calung itu. Karena, dengan adanya perkembangan teknologi, anak muda zaman sekarang lebih memilih dan mencari informasi mengenai musik modern, jadi hingga saat ini masyarakat yang masih menikmati musik Calung yaitu masyarakat yang kurang menguasai dan memahami teknologi”. Ujar Kang Epot.
Bersama dengan rekan-rekan satu perjuangan, Tak ingin dimakan zaman, Kang Epot eksiskan lagi musik Calung, Kang Epot memilih untuk tampil secara sukarela dengan tujuan untuk mempertahankan eksistensi musik Calung agar tetap hidup ditengah modernisasi saat ini. Kang Epot sendiri kerap tampil di berbagai acara atau syukuran seperti acara pernikahan, khitanan, hingga acara kebudayaan yang tampil di gedung pemerintahan setempat.
