SUKABUMI – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, Ranti Rachmatilah, menghadiri sekaligus membuka pertemuan peningkatan kapasitas petugas program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Wisata Alam Oasis, kemarin (13/1). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan peran petugas lapangan dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran DP2KBP3A Kota Sukabumi, para kepala bidang, Koordinator Lapangan Balai Penyuluh KB Kecamatan se-Kota Sukabumi, Penyuluh KB (PKB), Petugas Lapangan KB (PLKB), Ketua Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) tingkat kelurahan, Ketua Forum Pos KB, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Ranti menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan pilar utama pembangunan nasional, termasuk di tingkat daerah. Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sosial, khususnya dalam bidang kesehatan, ketahanan sosial budaya, serta pembangunan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.
Baca Juga:Zero Narkoba, Ratusan Personel Polres Sukabumi Ditest UrineHujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Neglasari Cibadak
Program Bangga Kencana memiliki empat pokok garapan utama, yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pemantapan Ketahanan Keluarga, dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, yang diperkuat dengan upaya pengendalian dan pembinaan penduduk. Program ini dinilai sangat relevan dengan upaya pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi.
Ranty menekankan pentingnya ketahanan keluarga yang dimulai dari kualitas setiap anggota keluarga yang dilandasi nilai moral, pendidikan, serta pemahaman agama yang kuat. Pelaksanaan delapan fungsi keluarga—mulai dari fungsi agama, pendidikan, ekonomi, hingga pembinaan lingkungan—menjadi kunci terwujudnya keluarga yang harmonis dan tangguh.
Dalam konteks kewilayahan, konsep Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi gambaran nyata kolaborasi antar keluarga dalam satu lingkungan melalui prinsip kebersamaan 5T, sebagai bentuk penguatan pembangunan keluarga secara kolektif.
Dia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, yang berperan dalam pengendalian jumlah penduduk serta penurunan angka kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Indonesia berada di angka 2,11, sejalan dengan kampanye “Dua Anak Lebih Sehat”.
Untuk itu, ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan KB melalui penguatan kompetensi petugas lapangan, penjaminan standar pelayanan, kegiatan KIE dan konseling yang tepat sasaran, serta pemantauan mutu layanan berbasis data.
