Api Ludeskan Rumah Milik Lansia di Kota Sukabumi

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES MENINJAU: Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Danny Ramdhani dan Sekretaris Abdul Kohar, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong.
0 Komentar

SUKABUMI – Bangunan rumah milik Atih Atikah (70), warga Kampung Tegalwangi RT 04/02 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, hangus terbakar, Sabtu (28/2) pukul 06.00 WIB. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya dengan mengikuti pengajian di masjid.

Informasi kebakaran pertama kali diketahui korban melalui pengumuman pengeras suara masjid. Api yang diduga muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian bangunan sebelum sempat dikendalikan.

Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, karena api sudah terlanjur membesar, bangunan rumah tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya hangus terbakar.

Baca Juga:Mahasiswa Unjuk Rasa di Balai Kota, Sampaikan 8 Tuntutan ke Pemkot SukabumiTruk Es Krim Terguling di Turunan Kebon Bolo Cibadak

Selain merusak bangunan, kebakaran juga memusnahkan berbagai perabotan rumah tangga serta sejumlah dokumen penting milik korban. Di antaranya surat-surat rumah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga kartu BPJS. Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban untuk sementara harus mengungsi dan bergantung pada bantuan keluarga serta warga sekitar yang turut bergotong royong membersihkan sisa puing kebakaran.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi, Danny Ramdhani, didampingi Sekretaris DPD PKS Abdul Kohar, turun langsung meninjau lokasi kebakaran. Dalam kesempatan itu, Danny menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga tersebut.

“Kami ikut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi. Semoga para korban diberikan perlindungan dan segera mendapatkan jalan keluar serta bantuan yang diperlukan. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran bagi warga yang mengalami musibah,” ujarnya.

Danny juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik yang sudah lama tidak diperiksa. “Instalasi listrik yang tidak pernah dicek dalam waktu lama bisa menjadi pemicu korsleting. Kami mengingatkan warga untuk rutin melakukan pemeriksaan demi mencegah kejadian serupa,” katanya.

Ia menambahkan, pada bulan Ramadan aktivitas memasak cenderung meningkat, terutama menjelang sahur dan berbuka puasa. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak disertai kewaspadaan. “Karena itu, masyarakat diminta memastikan kompor maupun peralatan listrik dalam kondisi aman setelah digunakan,” pungkasnya. (mg5)

0 Komentar