CISAAT – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat menggunakan kantong ramah lingkungan saat berbelanja. Imbauan menyusul terjadinya kenaikan harga kantong kresek hingga 70 persen.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menerangkan sebelum terjadi kenaikan, harga kantong kresesk di sejumlah pasar hanya Rp 18 ribu per pak. Setelah kenaikan, kata dia, harganya menjadi Rp28 ribu per pak ukuran besar.
Sementara ukuran kecil harganya Rp17 ribu per pak yang sebelumnya hanya Rp10 ribu per pak. Sementara bahan lainnya yang terbuat dari plastik juga alami kenaikan harga.
Baca Juga:Perusahaan Menara Telekomunikasi Abaikan Undangan Pemkab SukabumiPAD Belum Tergarap Maksimal, DPRD Sebut Ada Potensi Kebocoran Penerimaan
Dani menyebut, pasokan kantong kresek dan bahan yang terbuat dari plastik masih stabil setelah terjadi kenaikan harga sehingga tidak terlalu mengganggu transaksi perdagangan mikro.
“Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kenaikan harga plastik ini sangat berdampak. Pelaku UMKM masih mampu bertahan. Daya beli masih bertahan,” ungkapnya.
Dengan adanya kenaikan harga itu, Dani mengimbau dan mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong kresek dan bahan plastik lainnya. Ia menyarankan masyarakat agar menggunakan bahan lainnya yang ramah lingkungan.
“Salah satu contoh menggunakan dan membawa goodie bag saat berbelanja kebutuhan di pasar. Atau menggunakan tas yang mudah di daur ulang baik yang terbuat dari kertas, bambu dan lainnya,” saran Dani.
Ia belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga kantong kresek maupun bahan yang menggunakan plastik. Hanya, berdasarkan informasi bahan baku pembuatan plastik masih mengandalkan ekspor. (mg5)
