SUKABUMI – Sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat Kota Sukabumi dipastikan dalam kondisi sehat dengan bobot mencapai 1,170 ton. Sapi jenis Simental bernama ‘Predator’ tersebut rencananya akan dipotong di Pondok Pesantren Cigunung saat Iduladha 2026.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden rutin diberikan setiap tahun dengan lokasi penyaluran yang bergiliran di wilayah Kota Sukabumi.
“Itu rutin setiap tahun dan bergiliran. Waktu tahun pertama saya menjabat itu di Babakan Muncang, Ciaul. Sekarang pindah ke Cigunung,” ujar Ayep, kemarin (19/5).
Baca Juga:Kasus Gigitan Rabies di Kota Sukabumi MelonjakPengurus RT/RW Tagih Janji, Datangi DPRD, Minta Difasilitasi Audiensi dengan Eksekutif
Menurutnya, kondisi kesehatan sapi bantuan Presiden tersebut sangat baik. Bahkan, pola makan hewan kurban itu dijaga secara intensif setiap hari untuk mempertahankan kondisi tubuh dan meningkatkan bobotnya menjelang Idul Adha.
“Kesehatan cukup sehat. Makan satu hari tiga kali. Satu kali makan 30 kilogram sampai 90 kilogram. Dan dia terus mempertahankan berat badannya, kemungkinan juga konsisten ada kenaikan setiap harinya,” katanya.
Pemilik lapak ternak, Tisa Dera, mengaku bersyukur karena sapi miliknya kembali dipilih menjadi salah satu hewan kurban Presiden untuk masyarakat Kota Sukabumi. Menurutnya, pihaknya sudah beberapa tahun dipercaya menjadi salah satu penyuplai hewan kurban Presiden. “Alhamdulillah pada tahun ini kami diberikan kesempatan, sapi kami dipilih kembali oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi salah satu Banmas-nya di Kota Sukabumi. Semoga menjadi sapi yang membawa manfaat untuk masyarakat Sukabumi khususnya,” ujarnya.
Tisa mengatakan sapi bernama Predator tersebut berusia lebih dari tiga tahun dan dinilai layak untuk kurban. Nama Predator dipilih karena sesuai dengan postur tubuh sapi yang besar dan gagah. “Namanya ini Predator. Biar lebih gagah ya namanya, sesuai dengan perawakannya,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi kesehatan sapi terus dipantau Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi agar memenuhi syarat kesehatan hewan kurban.
“Kelebihannya tentunya sapi ini sehat sesuai dengan syariat ya. Sehat, tidak ada cacat. Pihak Dinas Peternakan juga selalu update kesehatannya, feses dan segala rupanya dicek. Jadi insyaallah yang utamanya adalah ini sehat,” ucapnya.
