JL RUMAH SAKIT – Pelayanan Medical Check Up (MCU) di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menjadi sorotan di sebagian media sosial. Kondisi itu menyusul seorang pasien berinisial IR (55) mengalami kerugian akibat tertukarnya dokumen hasil pemeriksaan radiologi.
Kesalahan administrasi tersebut mengakibatkan hasil MCU yang telah dibayar secara mandiri tidak dapat digunakan sebagai persyaratan administrasi untuk bekerja di Singapura.
Peristiwa itu bermula ketika IR menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD R. Syamsudin SH pada 19 Juni 2026. Pemeriksaan tersebut merupakan salah satu persyaratan wajib yang diminta perusahaan tempatnya bekerja di Singapura dengan batas akhir penyerahan dokumen kesehatan sebelum keberangkatan pada 25 Juni 2026.
Baca Juga:Kebakaran Hanguskan Lima Unit Rumah di Cisolok Akibat Konsleting ListrikLuput dari Pantauan Orangtua, Balita di Ciracap Meninggal Dalam Sumur
Menurut keterangan IR, proses pelayanan MCU memerlukan waktu beberapa hari hingga hasil pemeriksaan akhirnya diterima pada 22 Juni 2026. Selama menjalani proses tersebut, ia mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala sehingga harus menunggu lebih lama dibanding perkiraannya.
Permasalahan muncul saat petugas rumah sakit menyerahkan sekaligus membacakan hasil pemeriksaan kepada IR. Belakangan diketahui bahwa dokumen radiologi yang dijadikan dasar pembacaan tersebut bukan milik pasien bersangkutan, melainkan milik pasien lain yang tertukar dalam proses administrasi.
Kesalahan tersebut baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan ulang terhadap dokumen yang diterima. Akibatnya, hasil MCU yang dibawa IR tidak dapat dipergunakan sebagai persyaratan administrasi untuk bekerja di luar negeri karena data pemeriksaannya tidak sesuai dengan identitas pasien.
IR mengaku kecewa atas pelayanan yang diterimanya. Selain telah menunggu proses pemeriksaan selama beberapa hari, ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa hasil pemeriksaan yang dibacakan petugas ternyata bukan berasal dari data medis miliknya sendiri.
Menurut IR, seluruh biaya pemeriksaan dilakukan secara mandiri dengan harapan seluruh dokumen dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan ke Singapura. Namun, akibat tertukarnya dokumen radiologi tersebut, hasil MCU dinyatakan tidak dapat digunakan.
Meski demikian, jadwal keberangkatan kerja ke Singapura tetap berlangsung sesuai rencana. Kondisi tersebut membuat persoalan dokumen kesehatan menjadi perhatian serius karena merupakan salah satu persyaratan penting dalam proses administrasi ketenagakerjaan di luar negeri.
