Warga Bangun Jembatan Darurat yang Rusak akibat Bencana

Istimewa
DOK/SUKABUMI EKSPRES GOTONG ROYONG: Anggota Satuan Samapta Polres Sukabumi bersama masyarakat dan unsur pimpinan Kecamatan Nyalindung membangun jembatan sementara yang rusak akibat bencana.
0 Komentar

NYALINDUNG – Sejumlah jembatan di Desa Bojongsari Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi kondisinya rusak akibat diterjang banjir bandang, pekan lalu. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terhambat, bahkan ada yang terisolasi.

Beberapa di antara jembatan itu ada yang dibangun secara darurat. Langkah itu perlu dilakukan mengingat jembatan di wilayah tersebut merupakan akses vital beraktivitas.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, setidaknya ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri pada Minggu (28/12). Rinciannya, di Kampung Karikil RT 01/03 terdapat 1 jembatan permanen (beton) yang rusak, di Kampung Karikil RT 02/01 terdapat 1 jembatan gantung penghubung antardesa yang rusak, dan di Kampung Karikil RT 01/1 terdapat 1 jembatan beton penghubung antardesa yang rusak.

Baca Juga:Empat Remaja jadi Korban Pembacokan, Terjadi saat Malam Tahun Baru, Pemkot Respons CepatPatroli Dialogis Cegah Gangguan Kamtibmas

Kemudian di Kampung Cigadog RT 01/02 terdapat 2 jembatan beton yang terdampak. Ditambah 6 jembatan kayu penghubung antardesa yang rusak.

Jajat, warga Kampung Karikil, menuturkan pascabencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor, di wilayahnya hampir semua akses, baik jalan maupun jembatan ikut terdampak. Di Desa Bojongsari, ada dua kedusunan yang terdampak bencana pada Minggu (28/12) yakni Karikil dan Cigadog.

“Di sini ada sekitar 400 KK (kepala keluarga) lebih. Perlintasan akses utama aktivitas masyarakat di sini melalui jembatan. Ketika jembatannya terputus, aktivitas masyarakat jadi tersendat karena tidak ada akses lain,” kata Jajat, belum lama ini.

Karena itu, masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat. Konstruksinya menggunakan bambu dan kayu. “Kalau tidak dibangun jembatan darurat, perekonomian juga lumpuh. Maka dari itu, kami mohon bantuan kepada pemerintah daerah atau pihak manapun segera membantu membangun jembatan. Sebab, jembatan ini satu-satunya akses masyarakat di dua kedusunan ke jalan protokol,” pungkasnya.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan Kecamatan Nyalindung merupakan salah satu wilayah terdampak cukup parah saat terjadi hujan lebat beberapa hari lalu. Selain banjir bandang, di wilayah ini terjadi tanah longsor.

“Sejumlah jembatan yang merupakan akses masyarakat, terutama di Kampung Karikil dan Cigadog terputus,” kata Daeng.

Beberapa di antara jembatan yang rusak mulai diperbaiki. Namun sifatnya darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. (ndi)

0 Komentar