Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Remaja

Istimewa
SOSIALISASI: DPKB Kabupaten Sukabumi menyosialisasikan kesehatan reproduksi kepada para pelajar SMAN 1 Cikembar, belum lama ini.
0 Komentar

SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kaupaten Sukabumi mengajak para pelajar memahami kesehatan reproduksi.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menjelaskan sosilisasi itu merupakan pendekatan pelayanan kesehatan pada remaja (PKPR)dan bagian dari upaya kesehatan remaja. “Sosialisasi itu kami gelar di SMA Negeri 1 Ckembar belum lama ini. Kegiatan ini diikuti antusias para pelajar,” terang Eka, kemarin (18/2).

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, menambahkan kegiatan tersebut menjadi langkah preventif dan edukatif dalam membekali remaja dengan pengetahuan yang benar terkait kesehatan reproduksi. Pasalnya, kata Feri, kalangan remaja perlu mendapatkan informasi yang tepat dan bertanggung jawab mengenai kesehatan reproduksi sejak dini.

Baca Juga:Wali Kota Sukabumi Lantik Puluhan Pejabat Fungsional, Ditempatkan Sebagai Kepala SekolahDPRD Fasilitasi Penyelesaian Tanah di Kampung Puncak Ceuri Sagaranten

“Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan mampu menjaga kesehatan diri, menerapkan perilaku hidup sehat, serta terhindar dari berbagai risiko yang dapat memengaruhi masa depan,” ujar Feri.

Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung keberhasilan program kesehatan remaja melalui sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan.

Humas SMAN 1 Cikembar, Riskanti Evasari, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam menambah wawasan dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi dari DPPKB Kabupaten Sukabumi. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai bekal pengetahuan agar mereka lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri dan membentuk perilaku positif sejak usia remaja,” ungkap Riskanti. (ndi)

0 Komentar