JL R SYAMSUDIN SH – Setelah 11 tahun terhenti, Pasar Marema yang digelar setiap Ramadan di ruas Jalan Kapten Harun Kabir, akhirnya kembali beroperasi pada Puasa tahun ini.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah penertiban sekaligus optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menjelaskan, keberadaan Pasar Marema tentu memiliki legalitas dari pemerintah daerah. “Kita mengacu kepada tahun kemarin ataupun tahun-tahun sebelumnya, meskipun tidak diberikan izin tetap ada saja pasar senggol. Nah berkaca dari itu, saat ini kita tertibkan agar ada juga pemasukan untuk PAD kita,” ujar Ayep, kemarin (24/2).
Baca Juga:Satgas Saber Intensifkan Pengawasan Harga dan StokSatgas Pantau Penyaluran MBG Selama Ramadan, Pastikan SPPG Implementasikan SE BGN
Pasar Marema bukan fenomena baru di Kota Sukabumi. Keberadaannya sudah menjadi tradisi tahunan, bahkan telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. “Pasar Marema ini memang sudah menjadi tradisi tahunan, bahkan sejak saya kecil sudah ada pasar senggol tersebut. Oleh karena itu, saya selaku kepala daerah mengambil sikap, untuk 2026 ini secara resmi ada kontribusi PAD dari Pasar Marema,” tegasnya.
Ayep menyebut, pada tahun 2026 kontribusi PAD dari Pasar Marema diproyeksikan mencapai sekitar Rp170 juta. Kebijakan legalisasi ini juga sejalan dengan target pemerintah daerah yang memfokuskan peningkatan PAD sebagai salah satu strategi penguatan fiskal.
Ketua Pelaksana Pasar Marema, Erwin Budiman, menjelaskan bahwa pada tahun ini tersedia 606 lapak pedagang yang siap beroperasi. Jumlah tersebut berasal dari total 646 lapak yang disiapkan, namun 40 lapak dialihkan menjadi akses gang demi kenyamanan dan kelancaran arus pengunjung. “Total lapak sebenarnya 646, tapi 40 kita jadikan gang agar pengunjung lebih nyaman. Untuk ukuran lapak sama, hanya harga yang variatif,” ujar Erwin.
Komposisi pedagang tahun ini didominasi penjual pakaian, perabotan rumah tangga, pakaian muslim, pernak-pernik, serta makanan siap saji. Mayoritas merupakan pedagang kecil yang rutin berjualan setiap tahun dalam momentum pasar senggol menjelang Ramadhan. “Dengan adanya Pasar Marema ini, bisa menghidupkan ekonomi lokal di Sukabumi. Kebanyakan pedagang adalah pelaku usaha kecil yang memang menggantungkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan,” katanya. (mg5)
