Secara teknis, jembatan dirancang mampu menahan beban sekitar 20 hingga 30 orang. Namun, demi menjaga keselamatan pengguna sekaligus memperpanjang usia konstruksi, kapasitas operasional dibatasi maksimal 10 orang atau dua sepeda motor yang melintas secara bergantian.
Menurutnya, aspek pemeliharaan juga menjadi perhatian penting agar manfaat jembatan dapat dirasakan dalam jangka panjang. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa agar pengelolaan dan perawatan jembatan dilakukan dengan baik. Selain itu, Polsek dan Koramil juga akan melakukan patroli rutin untuk memastikan jembatan tetap terjaga dan aman digunakan masyarakat,” katanya.
Sentot melihat potensi lain dari keberadaan Jembatan Prima Jantake. Selain menjadi jalur penghubung masyarakat, kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik alam yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. “Ke depan, insya Allah jembatan ini bukan hanya menjadi penghubung aktivitas masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi tempat wisata. Ada rencana pengembangan seperti arung jeram maupun spot swafoto. Saat ini saja sudah terlihat setiap hari sekitar 500 orang berkunjung ke lokasi, terutama pada pagi dan sore hari. Tentunya ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Baca Juga:Pemkab Sukabumi Dukung Program BEREHAN Inisiatif Pemprov JabarAntisipasi Banjir, Sungai Cipalabuan di Palabuhanratu Dinormalisasi
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi inisiatif Polres Sukabumi Kota yang memilih membangun infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. “Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, alhamdulillah Polres Sukabumi Kota membangun atau merevitalisasi jembatan ini dan ini merupakan hal yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan terbangunnya jembatan ini akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Asep. (mg5)
